Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

There was an error in this gadget

2008/11/26

Bedugul Bali

April 28, 2007

Bedugul Bali

Bedugul Bali
Bedugul is the name of the area south and west of the Danau Bratan lake. Taking the road passing Bedugul is the fastest way to travel from the southern tourist areas to Singaraja and North Bali. From the south the road passes through some steep terrain before Bedugul, with a very scenic landscape. The Taman Rekreasi Bedugul (Bedugul recreation park) is on the south side of Danau Bratan, you cannot miss the entrance which is marked with a huge sign by the main road.

The high altitude makes Bedugul a nice and cool place to be, and during heavy rainfall it is rather cold compared to the lowlands.

Source: http://www.indonesiaphoto.com

It is a large market tn the Candikuning village, Bukit Mungsu, with a good assortment of fruit and vegetables. Sometimes you can even buy strawberries here. Close by there is a botanical garden, Kebun Raya Eka Karya Bali, where you can take a relaxing walk among trees and orchids. The 120 hectare large garden contain about 500 types of orchid and a large number of tree species. You can find it by following a narrow road, about one km from Candikuning.

The Bratan lake is located inside an old caldera. On the western shores there is a famous temple, Pura Ulun Danu Bratan. You can rent a boat and take a round trip on the lake, with a stop at Ulun Danu (see Bratan). The Bedugul area is not yet spoiled by hawkers or other irritating aspects of modern tourism, and you can have a relaxing time here. There are some accommodation in Bedugul, Candikuning or Pancasari further north.

If you continue north from here you will pass the mountains, from there you can follow the road steep down on the other side towards Singaraja.

November 21, 2006

Wisata Telaga Warna

Pic From http://www.trekearth.com/gallery/Asia/Indonesia/photo194314.htm
Telaga Warna terlihat anggun dengan latar belakang Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Telaga yang berwarna hijau kebiruan dan bening ini dibuat oleh salah seorang dari dua Pangeran, calon menantu sang Ratu yang ikut sayembara adu cepat membuat telaga. Ketika Ratu tengah mandi di telaga ini bersama anak perempuannya yang cantik, baju-baju mereka diterbangkan angin dan jatuh ke dalam telaga. Baju-baju mereka melunturi air telaga, hingga air telaga menjadi berwarna. Sejak itulah, telaga ini disebut Telaga Warna. Legenda ini, masih tetap hidup dan dipercaya oleh penduduk di kawasan Dieng.

September 13, 2005

Taman Wisata Kaliurang

Pic From : forum.nifty.com
Taman Wisata Kalirang

You Can Translate this article via : http://www.toggletext.com/kataku_trial.php

About Taman Wisata Kaliurang:
Kawasan wisata dengan panorama alam yang indah dan berhawa sejuk di lereng gunung Merapi 25 km arah utara kota Yogyakarta. Didukung fasilitas camping ground, taman rekreasi anak, hutan wisata, hotel melati, pondok wisata, tempat pertemuan dan seminar, sarana olah raga dan wartel. Tiket masuk Rp. 500,-/orang.

Menawarkan taman rekreasi seluas 10.000 m persegi. arena bermain anak dengan cuaca yang sejuk.Patung beberpa jenis hewan, ayunan, kolam renang mini dan lain-lain merupakan fasilitas pelengkap yang dapat dimanfaatkan sebagai arena lomba unutk anak-anak. Tlogo Putri merupakan kolam renang dengan air alami dari sumber air di lereng Bukit Plawangan. Wisatawan dapat berenang bersantai dan melihat desa yang terletak dibawahnya serta rimbunnya taman Perhutani. Tlogo ini terletak di depan terminal bus Kaliurang dan dekat dengan pusat cindera mata dan jajanan khas Kaliurang. Peta wisata Kaliurang yang dilengkapi dengan jalur wisata Kaliurang dan informasi penginapan telah disediakan oleh Dinas Pariwisatar setempat

Lokasi :
Kaliurang berada pada ketinggian 878 m dpl mengambil tempat di selatan Gunung Merapi sekitar 25 km dari Kota Yogyakarta. Udaranya yang sejuk, antara 20o-25oC

Route :
From Adicucipto Airport Yogyakarta Indonesia, go to west via Nort Ring Road across Jl.Kaliurang road to turn Right and follow the street until end at Kalirang Park

Another Info :

Another Pic :
Air Terjun Kaliurang

Selengkapnya...

Pantai sanur Bali

September 13, 2005

Wisata Pantai Sanur - Bali

Pantai Sanur
Pantai sanur Bali

You Can Translate this article via : http://www.toggletext.com/kataku_trial.php

About Wisata Pantai Sanur :
Di pantai Sanur anda bisa menikmati pantai yang pasirnya hitam, dan putih.
Pantai Sanur, adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di kabupaten Badung.

Pantai Sanur terutama adalah lokasi untuk berselancar (surfing). Terutama ombak pantai Sanur sudah termasyhur di antara para wisatawan mancanegara.

Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta
Sanur is a quiet beach town only about 10 mins drive away from the chaos of Kuta.
Sunrises can be spectacular, but this time while we were there most mornings were too hazy to get any really great photos.

Lokasi :

Obyek wisata pantai sanur terletak di Timur kota Denpasar kira-kira 17 km dari kota Denpasar

Selengkapnya...

Wisata Candi Borobudur

September 11, 2005

Wisata Candi Borobudur

Pic from http://www.lotuspro.net
Wisata Purbakala Peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia.

You Can Translate this article via : http://www.toggletext.com/kataku_trial.php

About Candi Borobudur :
Dari Wikipedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu banyak beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi “borobudur”. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata “bara” konon berasal dari kata vihara, penjelasan lain , “bara” berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara. dan “beduhur” artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti di atas . Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarahwan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar Doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasati karangtengah dan kahulunan. Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah Raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani.Pembangunan Borobudur dibangun diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Lokasi :
Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang
± 40 km jaraknya dari Yogyakarta dan 10 km jauhnya dari Kota Magelang

Route :
From Adisucipto - go to West enter to Nort Ring Road until cross Jl. Magelang - Turn Right - Until sign to Borobudur Temple

Map Borobudur

Another Info :
http://wikitravel.org/en/Borobudur

Another Picture :
Borobudur





Selengkapnya...

Wisata Candi Prambanan Indonesia

September 13, 2005

Wisata Candi Prambanan

Candi Prambanan
Wisata Candi Prambanan Indonesia

You Can Translate this article via : http://www.toggletext.com/kataku_trial.php

About Candi Prambanan:
From Official Site : http://www.borobudurpark.com/prambanan.php
Prambanan, named after the village, is the biggest temple complex in Java. There are 224 temples in the complex; three of them, the main temples are Brahma Temple in the north, Vishnu Temple in the south, and the biggest among the three which lies between Brahma and Vishnu temples is Shiva Temple (47 meters high).

These three ancient masterpieces of Hindu architecture are locally referred to as Prambanan Temple or Lorojonggrang Temple. One of its appeals is the wealth of sculptural detail. The well known one is on the inner wall of the balustrade, the wonderfully vital and utterly engrossing Ramayana epic.

Perhaps one of the most majestic temples in the South-East Asia, Prambanan attracts many admirers each year from abroad. Situated about 15 kilometers from Yogyakarta, the top of the main shrine is visible from a great distance and rises high above the scattered ruins of the former temples.

Prambanan is the best seen shortly after dawn or in the late afternoon. However it is still beautiful at any time.

Lokasi :
Candi ini terletak di pulau Jawa,
kurang lebih 10 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang,
persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.
The nearest major city is Yogyakarta, 17 kilometers away. Solo is also within easy striking distance.
Yogyakarta’s airport is just ten kilometers from Prambanan. A taxi direct to the site should cost about Rp 20,000.
There are regular buses from Yogyakarta’s Umbulharjo bus station (30 minutes), as well as a wide variety of tour agency-operated minibuses shuttling directly to Yogya’s backpacker haunts.

Route :
From Adusucipto Airport - Go to East- Route to Solo Street and 20 Kilometers, about 20 minute after Air Port

Another Info :
http://wikitravel.org/en/Prambanan






Selengkapnya...

Taman Wisata Kyai Langgeng - Jateng

September 16, 2005

Taman Wisata Kyai Langgeng

Taman Wisata Kyai langgeng

You Can Translate this article via : http://www.toggletext.com/kataku_trial.php

About Taman Wisata Kyai Langgeng :

Taman rekreasi Kyai Langgeng ini luasnya lebih dari 28 hektar dan berada pada jarak yang tidak jauh dari pusat kota Magelang dan sangat mudah dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi.

Obyek wisata ini dapat dinikmati dengan berbagai cara misal anak-anak bisa bermain dengan berbagai permainan, ada juga kolam renang yang airnya selalu bersih dan segar atau hanya ingin bercengkerama dengan keluarga sambil menggelar tikar dan makan bersama saat makan atau bisa juga melihat aneka satwa dan flora yang ada di seluruh taman wisata ini. Dengan berkunjung ke Kyai Langgeng bisa merasakan ketentraman kehidupan alam pedesaan di tengah-tengah kota, khususnya di dekat sungai besar yang ada di pinggir komplek wisata dengan demikian para wisatasan diajak untuk meninggalkan kebisingan kehidupan kota sejenak dengan menikmati kehidupan alam yang indah, asri dan alami di taman wisata ini. Kyai Langgeng adalah seorang pejuang dan pengikut setia Pangeran Diponegoro pada perang Diponegoro 1825-1830 melawan penjajah Belanda, yang makamnya berada di dalam lokasi taman dan sebagai penghormatan maka namanya dipakai untuk nama taman wisata yang satu ini.

Taman Kyai Langgeng yang dibangun dan dikelola oleh Pemda Kodya Magelang, mulai resmi dibuka untuk umum pada tahun 1987 ini sudah mulai dikenal oleh pengunjung dari dalam maupun luar Jawa Tengah. Dengan cukup tersedianya koleksi satwa dan juga koleksi aneka ragam tanaman-tanaman langka juga aneka ragam kehidupan bunga tropis, juga tersedia kios-kios makanan, cendera mata dan juga hotel yang sangat menyatu dengan alam juga. Jadi tidaklah heran bagi banyak wisatawan yang berkunjung ke Yogya atau Jawa Tengah dan sekitarnya lebih menyukai untuk bermalam di kota Magelang dan pada siang hari berwisata ke semua tujuan wisata yang ada.

Another Info :
Buka setiap hari dan libur pukul 06.00- 17.00 WIB
Tanda masuk dewasa dan anak Rp. 1.500,-
Parkir roda 2 : Rp 300,-; roda 4: Rp 1.500,-; roda 6[bus]: Rp 2.500,-

Lokasi :
Hanya berjarak 42 km dari Yogyakarta obyek wisata ini dapat dicapai, tepatnya ada di pinggir kotamadya Magelang atau berjarak 78 km dari ibukota Jawa Tengah yaitu Semarang. Sangat disayangkan jika ada kegiatan berwisata ke Jawa Tengah atau Yogya dan sekitarnya tidak menyempatkan mengunjungi obyek wisata yang satu ini. Pada hari libur baik hari Minggu maupun hari raya ataupun liburan sekolah sangat ramai dikunjungi para wisatawan dalam rombongan besar.

Selengkapnya...

BATU RADEN - JAWA TENGAH

BATU RADEN - JAWA TENGAH

30 11 2006

Selain memiliki bahasa yang khas, Purwokerto yang berjarak sekitar 200km sebelah barat Yogyakarta juga punya tempat wisata yang layak dikunjungi. Yaitu kawasan wisata Batu Raden. Tuk bisa kesanapun tidaklah sulit. cukup cari kendaraan umum jurusan Purwokerto-Baturaden dari terminal Kebondalem kalian udh bs refreshing ke baturaden.

Image Hosted by ImageShack.us

Kebun Raya Batu Raden terletak di selatan kaki Gunung Slamet dengan ketinggian 640m di atas permukaan laut dan berjarak 14 km dari pusat kota Purwokerto. Gunung Slamet sendiri merupakan gunung berapi terbesar dan tertinggi ke-2 di Pulo Jawa. karena keberadaannya di kaki gunung, maka tak pelak jika di tempat ini kita dapat merasakan suhu yang sangat bersahabat alias sejuk. Kawasan batu raden juga memiliki potensi flora dan fauna yang memiliki nilai konservasi tinggi dan beberapa diantaranya bahkan dilindungi oleh UU sepert macan tutul dan kera abu2 ekor panjang.

Menurut suatu sumber, di tempat ini kita bisa menemui beberapa air terjun diantaranya Pancuran 3 (Telu) yang mengalirkan air panas bersulfur, Pancuran 7 (Pitu) yang berjarak sekitar 2.5km dari kawasan baturaden, Goa Sarabada yang berada dekat pancuran 7, Telaga Sunyi yang berjarak sekitar 3 km timur baturaden, Curug Cipendok yang memiliki ketinggian 92 meter, Curug Ceheng, Pemandian Kali Bacin yang merupakan salah satu tempat peninggalan belanda, serta Museum BRI yang didirikan pada tahun 1895. (sayangnya, kesemua tempat itu belum sempat gw kunjungi).

Yg gw foto itu namanya Air Terjun Gumawang. Di curug yang tingginya mencapai 25m ini banyak anak2 yang rela terjun bebas dengan bayaran sekitar Rp 3 ribu sekali lompatan. kl diliat sepintas, batu yang mengapit air terjun itu mengingatkan gw pada foto2 bayi yang sering berpose telungkup tanpa busana, hehehe :)
Gw berkesempatan maen ke baturaden lebaran dua tahun lalu ketika bermalam dipurwokerto sebelum melanjutkan perjalanan mudik ke jogja. Tahun ini nyaris kita kesana lagi. Alhamdulillah, kita ga jadi kesana, karena pada hari yang sama saat kita sempat berpikiran tuk ke baturaden, tempat ini dilanda musibah. Tanggal 25 Oktober 2006, jembatan gantung dengan panjang 25 meter dan berada pada ketinggian 20 meter di atas permukaan sungai Gumawang ambrol. jembatan yang sudah berumur 23 tahun tidak lagi kuat menahan bobot lebih dari 50 orang pengunjung yang saat itu tengah berliburan satu hari setelah lebaran. menurut berita yang dikeluarkan menkokesra tanggal 27 oktober 2006, tercatat 8 orang meninggal dunia akibat terjatuh dan tenggelam di sungai.

Image Hosted by ImageShack.us

Popularity: 30% [?]



Selengkapnya...

dolan

Wisata Semarang

Sejarah suatu bangsa bisa ditelusuri lewat berbagai bangunan tuanya. Di Kota Semarang, Jawa Tengah, menyimpan berbagai gedung tua yang umurnya ratusan tahun, bangunan tersebut merupakan saksi bisu dari kemegahan zaman dahulu dan juga jadi sejarah pahit masa penjajahan. Di Kota Semarang juga lah, berdiri Masjid megah yang merupakan Masjid terbesar di Jawa Tengah, Masjid Agung Jawa Tengah.

Kali ini kru CahAndong bersama para personil Loenpia sebagai tuan rumah menelusuri tempat wisata yang ada di Semarang, Minggu 18 februari 2007.

Kota Semarang

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong terletak di barat daya kota Semarang, tepatnya di daerah Simongan. Keberadaan tempat ini tak terlepas dari sosok Laksamana Tiongkok bernama Zheng He/Cheng Ho. Menurut cerita, Laksamana Zheng He sedang mengadakan pelayaran menelusuri pantai Laut Jawa untuk tujuan politik dan dagang, karena tiba tiba ada awak kapal yang sakit, akhirnya ia memerintahkan untuk mendarat dulu disuatu desa, yang bernama Simongan. Setelah sampai di darat, ia menemukan sebuah goa batu yang akhirnya digunakan untuk bersemedi dan bersembahyang.

smg22.jpg

Karena merasa nyaman didaerah tersebut, ia memutuskan untuk beberapa waktu beristirahat dan menetap ditempat tersebut. Selama menetap, ia mengajarkan penduduk setempat bersawah dan berladang. Karena ia harus melanjutkan pelayarannya, ia pun meninggalkan tempat tersebut, tapi banyak awak kapalnya yang menikah dengan penduduk setempat dan menetap di daerah Simongan. Sehingga sampai sekarang daerah Simongan banyak dihuni oleh penduduk keturunan Tiongkok.

smg33.jpg

Untuk mengenang jasa-jasa dari Laksamana Zheng He/Cheng Ho, penduduk setempat mendirikan sebuah Klenteng disekitar gua tersebut. Yang akhirnya disebut dengan Klenteng Sam Poo Kong atau Sam Poo Thay Jin.

Lawang Sewu

Satu lagi gedung tua yang sangat menarik perhatian di kota Semarang adalah Gedung Lawang Sewu. Bangunan yang berdiri megah dan kokoh ini dinamakan Lawang Sewu karena memiliki banyak pintu (lawang dalam Bahasa Jawa berarti pintu, sewu artinya seribu) disamping busur busur yang menjulur mengisi lorong lorong memenuhi permukaan gedung ini.

smg55.jpg

Pada zaman penjajahan Belanda, bangunan ini merupakan pusat perkantoran kereta api kolonial atau dalam bahasa belandanya disebut NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) yang merupakan perusahaan kereta api pertama di Jawa. Bangunan Lawang Sewu dirancang oleh arsitek C.Citroen dari Firma J.F. Klinikhamer dan B.J. Quendang.

smg67.jpg

Pada saat terjadi pertempuran Lima hari di Semarang yaitu pada bulan Oktober 1945, halaman depan Lawang Sewu dijadikan ajang pertempuran antara pejuang kita melawan kolonial Belanda. Gedung Lawang Sewu dijadikan tempat penyiksaan dan pembantaian pejuang kita oleh Belanda. Setelah kejadian itu didirikanlah prasasti disekitar gedung tersebut.

Karena aura dalam gedung Lawang Sewu yang begitu mistis, gedung ini sempat dijadikan tempat uji nyali oleh acara “Dunia Lain” yang disiarkan oleh Trans TV. Sayang bangunan ini seolah-olah dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan dan perawatan disana sini, sehingga sebagian karya arsitektur yang bernilai tinggi ini rusak begitu saja.

smg88.jpg

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah dibangun di areal seluas kurang lebih 10 hektar, dengan luas bangunan utama seluas 7.699 meter persegi yang kira kira mampu menampung jama’ah 6000 orang. Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Arab dan Yunani.

smg99.jpg

Masjid ini didirikan pada tanggal 6 September 2002 dan baru diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Masjid ini juga dilengkapi dengan Convension Hall disebelah kanan, sedang di bagian kiri terdapat perpustakaan modern (digital library). Pelataran Masjid dilengkapi dengan 6 buah payung raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis.

smg100.jpg

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga sebagai objek wisata religius. Terdapat sebuah menara yang dinamakan menara Al Husna yang tingginya kira kira 100 meter dan terdiri atas 19 lantai. Di lantai paling atas terdapat teropong yang disewakan bagi pengunjung yang ingin melihat kota Semarang dari atas.

smg111.jpg

Taman Tabanas

Bagi pengunjung yang ingin melihat kota Semarang di malam hari, bisa menuju tempat wisata Taman Tabanas. Disana kita bisa melihat Semarang dengan lampunya yang berkedip kedip sambil menikmati jagung bakar dan segelas kopi. Dan yang terakhir jangan lupa mencopa makanan khas Semarang yaitu lumpia, sayang kemarin kami tidak sempat mencicipi makanan tersebut dikarenakan waktu yang terbatas.

Demikian liputan dari Semarang, kami ucapakan terimakasih buat temen temen Loenpia yang sudah menyambut kami dengan hangat…

– Salam Andong –

Selengkapnya...

Beberapa tempat Wisata di Provinsi Jawa Tengah

Beberapa tempat Wisata di Provinsi Jawa Tengah
(wisata lengkap, silahkan download file Profil Wisata Jateng (1.117 KB, ZipFile)

1. CANDI BOROBUDUR
Borobudur adalah salah satu monumen kuno terbaik di dunia yang dilestarikan, bahkan merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Monumen ini adalah kuil budha terbesar di dunia dan telah diklaim sebagai hasil budaya manusia yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun luar negeri sampai saat ini. Gaya arsitek dari candi ini pun tidak ada yang menyerupai di antara berbagai bangunan kuno di dunia. Struktur yang terinspirasi dari penggambaran mikro kosmos seringkali menjadi suatu pertanyaan, misalnya kapan, dengan cara apa, berapa lama dan oleh siapa cagar alam ini telah dibangun. Jawaban yang tepat sampai saat ini masih meninggalkan misteri, karena tidak ada dokumen tertulis sampai saat ini. Berdasarkan prasasti yang ditemukan oleh peneliti, dicatat bahwa Candi Borobudur dibangun antara abad ke-8 ketika Samaratungga (Raja dari Dinasti Syailendra) memerintah di Jawa Tengah. Arti dari Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangakan Budur mengingatkan kita dengan kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Dengan kata lain, Borobudur berarti Biara di atas bukit. Borobudur penuh dengan ornamen filosofis dimana menyimbolkan secara gamblang tentang kesatuan dari perbedaan jalur yang dapat diikuti untuk mencapai tujuan hidup yang paling pokok. Relief yang terukir di dinding candi memberitahukan keindahan dalam mempelajari hidup. Dengan kata lain, Borobudur memiliki jiwa seni, filosofis dan budaya.

2. KLENTENG SAM POO KONG (GEDUNG BATU)
Klenteng ini dibangun oleh seorang utusan dari Tiongkok yang bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang, sebagai salah satu persinggahan dari rangkaian kunjungannya ke negara-negara Asia. Klenteng ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai kota Semarang, khususnya kawasan Simongan. Klenteng yang memiliki bentuk sangat indah, perpaduan ornamen Cina yang sangat kental dipadu dengan bentuk atap yang mirip Joglo. Fungsi bangunan selain sebagai tempat suci untuk beribadah juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, khususnya pada tahun baru Imlek. Lokasi Klenteng berada di Jl. Simongan, kawasan Gedong Batu Kota Semarang.

3. KETEP PASS
Ketep Pass atau Bukit Ketep, terletak di Desa Ketep Kec. Sawangan Kab. Magelang, berada pada ketinggian 1.200 dpl, luas areal sekitar 8.000 m2, berjarak sekitar 17 km dari Desa Blabak ke arah Timur, 30 km dari Kota Magelang dan 35 Km dari Kota Boyolali (di jalur Solo–Selo–Borobudur). Dari Ketep Pass ini wisatawan dapat menikmati panorama pemandangan Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Fasilitas rekreasi yang tersedia untuk wisatawan antara lain berupa: (1) gardu pandang untuk melihat aktifitas puncak Merapi dengan lensa teropong, (2) menonton film tentang riwayat aktivitas merapi di Volcano Theater, (3) mengunjungi museum yang menyajikan data visual tentang kegunungapian dalam bentuk foto-foto dan miniatur gunung Merapi, serta (4) informasi mitigasi bencana gunung berapi, yang mampu mengajak pengunjung secara langsung mengoperasikan peralatan pemantauan dan pendeteksian gejala dan kegiatan vulkanik dengan komputer. Di samping itu, Ketep Pass juga menyediakan areal parkir yang luas, restoran, kios cinderamata, dll.

4. KEPULAUAN KARIMUNJAWA
Karimunjawa, salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara merupakan satu-satunya kecamatan di Jawa Tengah yang dipisahkan lautan dengan daratan Jawa yang berjarak 45 mil laut dari ibukota Kabupaten dan 60 mil laut dari ibukota Provinsi. Ia merupakan untaian pulau-pulau kecil yang terdiri dari 27 pulau dengan luas 7.129 ha serta luas perairan 107.225 ha. Nama Karimunjawa konon diambil dari kata Keremun atau samar-samar, maksudnya adalah gugusan pulau ini bila dilihat dari daratan Jawa kelihatan keremun-keremun atau samar-samar. Nama tersebut konon diberikan saat Sunan Nyamplungan datang ke Karimunjawa (orang pertama kali yang datang menginjakkan kaki di daratan karimunjawa). Sunan Nyamplungan adalah salah satu putra Sunan Muria yang hijrah ke Karimunjawa, yang namanya diabadikan dari tempat makamnya yaitu Gunung Nyamplungan di wilayah desa Karimunjawa. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Tanjung Gelam, Legon Lele, Genting, Kembar, Parang, Cemara dan Krakal. Wisata bahari seperti berlayar, selancar air, ski air, berenang, berjemur di pantai pasir putih, berkemah, wisata budaya, pengamatan rusa dan burung serta menyelam/snorkeling. Paket wisata untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut dapat menghubungi biro perjalanan di Semarang/Jepara (tour 1 s.d. 7 hari). Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Durian dan Lomban pada bulan Januari/Maret di Jepara. Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Oktober setiap tahunnya. Akses dari dan ke Karimunjawa bisa ditempuh baik lewat laut dengan Kapal Kartini dari Perlabuhan Tanjung Mas Semarang dan Dewondaru dari Pantai Jepara ataupun lewat udara dengan pesawat carter.

5. MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak adalah sebuah mesjid yang tertua di Indonesia. Ia terletak di Demak, Jawa Tengah. Arsitektur Masjid Agung Demak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa Kuno pada masa kerajaan Hindu. Identifikasi pengaruh arsitektur tersebut tampil pada tiga aspek pokok dari arsitektur Jawa Hindu yang dipenuhi oleh masjid tersebut. Tiga aspek tersebut adalah atap meru, ruang keramat (cella) dan tiang guru yang melingkupi ruang cella. Meru merupakan ciri khas atap bangunan suci di Jawa dan Bali. Bentuk atap yang bertingkat dan mengecil ke atas merupakan lambang vertikalitas dan orientasi kekuasaan ke atas. Bangunan yang dianggap paling suci dan dan penting memiliki tingkat atap paling banyak dan paling tinggi.

6. MASJID KUDUS DAN MENARA KUDUS
Masjid Kudus yang dibangun oleh Sunan Kalijaga (salah satu dari Walisanga, penyebar agama Islam yang terkenal di Pulau Jawa) dibangun pada abad ke-16. Bangunan masjid yang agung tersebut tampil dengan pesona arsitektur yang indah. Sedangkan bangunan Masjid Agung Demak yang terletak kurang lebih 26 km dari kota Semarang dipercaya berasal dari kerajaan Majapahit. Masjid Kudus (disebut juga sebagai mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar) adalah masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 dan terletak di kota Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Menara Kudus merupakan bangunan monumental yang bernilai arkeologis dan historis tinggi. Dari aspek arkeologis, Menara Kudus merupakan bangunan kuno hasil akulturasi kebudayaan Hindu-Jawa dan Islam. Menara Kudus dibangun oleh Syeh Ja’far Shodiq (Sunan Kudus, salah seorang dari Wali Songo) pada tahun 1685 M yang disimbolkan dalam candrasengkala “Gapuro rusak ewahing jagad” yang bermakna tahun Jawa 1609 atau 1685 M. Bangunan Menara Kudus tidak dapat dipisahkan dengan Masjid Menara Kudus (Masjid Al-Aqsho) dan Makam Sunan Kudus karena secara geografis-fungsional ketiganya merupakan satu kesatuan yang inherent dengan sejarah berdirinya Kota Kudus. Obyek Wisata Ziarah ini setiap hari sangat ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, terutama pada moment Upacara “Buka Luwur” (Penggantian kain kelambu penutup makam Sunan Kudus) yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram/Syuro. Peristiwa menarik dalam Upacara Buka Luwur adalah ketika para pengunjung/peziarah berupaya memperoleh nasi bungkus selamatan dan kain luwur bekas penutup makam yang konon dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi yang memperolehnya. Selain “Buka Luwur”, kawasan Menara Kudus juga menjadi pusat keramaian pada saat “Dhandhangan”, yaitu tradisi menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan.

7. CANDI PRAMBANAN
Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni Rakai Pikatan (Raja kedua wangsa Mataram I) atau Balitung Maha Sambu semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, dengan tinggi bangunan utama adalah 47 m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

8. MUSEUM KERETA API AMBARAWA
Kereta api juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana berwisata. Tidak percaya? Datang saja ke Stasiun Ambarawa. Di stasiun ini terdapat kereta api kuno bergerigi yang biasa dimanfaatkan untuk wisata. Wisata ini disebut Railways Mountain Tour. Perjalanan sepanjang ± 9 km ini butuh waktu sejam lamanya. Laju kereta api (KA.) ini memang tidak dapat dibandingkan dengan KA lainnya. Sangat lambat. Kecepatan maksimumnya hanya 10 km/jam. Perjalanan antara Stasiun Ambarawa-Stasiun Jambu belum terasa istimewa, mengingat jalurnya masih datar. Sementara kanan kiri rel pemandangan yang terlihat hanyalah perkampungan penduduk. Baru antara Stasiun Jambu-Stasiun Bedono terasa ada yang berbeda. Karena jalan sudah mulai menanjak maka posisi lokomotif diubah. Bila sebelumnya ada di depan, maka posisi lokomotif kini ada di belakang. Jadilah KA bukan ditarik lokomotif, melainkan didorong oleh lokomotif. Jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini berada di ketinggian 693 meter di atas permukaan air laut. Panorama di sepanjang perjalanan semakin luar biasa. Hamparan Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu menjadi latar belakang yang mempesona. Sementara dua gerbong penumpang seluruh dindingnya terbuat dari kayu. Demikian pula tempat duduk penumpang semuanya dari kayu. Di dinding gerbong tak ada kaca jendela. Sehingga penumpang dapat menikmati semilir angin nan sejuk dan pemandangan selama perjalanan. Karena letaknya yang cukup tinggi inilah di sepanjang jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini terdapat rel bergerigi. Fungsinya adalah untuk menahan agar KA tidak mengalami kesulitan menanjaki jalur tersebut. Rel di jalur ini menjadi rel gerigi satu-satunya di Indonesia yang hingga sekarang masih difungsikan. Dari segi usia KA bergerigi ini memang sudah dapat dikatakan uzur. Lokomotifnya buatan Belanda tahun 1902. Berarti umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Sementara dua gerbong penumpangnya adalah buatan tahun 1907. Usianya lebih muda lima tahun dibandingkan lokomotifnya.

9. PURO MANGKUNEGARAN
Puro Mangkunagaran dibangun pada tahun 1757, dua tahun setelah dilaksanakan Perundingan Gijanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said memberontak dan atas dukungan sunan mendirikan kerajaan sendiri. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian sungai Pepe di pusat kota yan sekarang bernama Solo. Puro Mangkunagaran yang sebetulnya awalnya lebih tepat disebut tempat kediaman pangeran daripada istana, yang dibangun mengikuti model kraton tetapi bentuknya lebih kecil. Bangunan ini memiliki ciri arsitektur yang sama dengan kraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh. Sisa peninggalan yang masih tampak jelas pada saat ini adalah perpustakaan yang didirikan pada tahun 1867 oleh Mangkunegoro IV. Perpustakaan tersebut terletak dilantai dua, diatas Kantor Dinas Urusan Istana di sebelah kiri pamedan.

10. WISATA API ALAM MRAPEN
Berkunjung ke objek wisata Api Alam Mrapen bukanlah hal yang sulit karena objek wisata ini terletak dipinggir jalan raya Purwodadi - Semarang. Tiket masuk ditetapkan dengan harga yang murah. Kendaraan dapat parkir di sebuah area terbuka yang cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua dan empat. Hal yang pertama kali dicari adalah di mana lokasi keberadaan api Mrapen. Sekilas mata memandang tidak ditemukan sama sekali kobaran api di area ini, karena yang ada hanya setumpuk batu berwarna putih yang tersusun rapi membentuk kerucut. "Mana apinya ?" mungkin itulah pertanyaan yang muncul karena tidak terlihat ada api. Namun, ketika dicoba dengan setumpukan daun kering yang dengan hati-hati diletakkan di dalam rongga dan tak lupa meniupnya, sepintas sebuah jilatan api nampak membakar daun-daun kering tersebut. Rupanya api yang ada terlalu kecil untuk langsung dilihat, perlu ada "bahan bakar" terlebih dahulu agar tampak lebih berkobar. Tak jauh dari lokasi berkobar api terdapat sebuah batu bobot, yang menurut penduduk setempat diyakini akan mampu mengabulkan semua permintaan siapa saja yang bisa mengangkat batu tersebut sambil duduk. batu itu sendiri terletak dalam sebuah cungkup dan terkunci rapat. Disamping batu bobot, di lokasi wisata Api Abadi Mrapen juga terdapat kolam kecil dengan air berwarna hijau beserta gelegak air di tengahnya. Meskipun air tersebut tampak seperti mendidih, namun tidaklah panas karena gelembung-gelembung udara tersebut berasal dari gas yang berada dalam tanah. Api Alam Mrapen pernah digunakan untuk menyalakan obor dalam kegiatan pesta olahraga international (Ganefo I) pada tanggal 1 November 1963 di Jakarta demikian pula untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) X tahun 1989, dan PON XIV tahun 1996. Selain untuk kegiatan penyalaan api olahraga juga digunakan pula untuk upacara hari raya waisak.

Selengkapnya...

Taman Kyai Langgeng Magelang (Wisata >> Jawa Tengah)

logo
Taman Kyai Langgeng Magelang (Wisata >> Jawa Tengah)

Taman Kyai Langgeng dengan luas seluruhnya meliputi 28 hektar, letaknya sekitar 1 kilometer dari pusat kota ke arah selatan. Taman wisata ini memiliki ratusan koleksi tanaman langka yang bisa dimanfaatkan sebagai obyek penelitian. Obyek wisata ini terletak sekitar 19 Kilometer dari Candi Borobudur, 35 kilometer dari Kopeng atau 50 Kilometer dari Candi Pramabanan dan 42 kilometer dari Monumen Jogja Kembali.
Selengkapnya...

Umbul Pengging (Tirto Marto) Boyolali (Wisata >> Jawa Tengah)

logo
Umbul Pengging (Tirto Marto) Boyolali (Wisata >> Jawa Tengah)

PEMANDIAN UMBUL PENGGING (Tirto Marto) : Terletak di Kec. Banyudono, 12 km dari kota Boyolali. Pemandian ini dahulu digunakan oleh Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sri Paduka Susuhunan Paku Buwono X beserta kerabatnya. Umbul Pengging ini, setiap dua hari menjelang bulan Puasa diadakan Even Padusan. Selain itu, ada sebuah ritual yang dilakukan pada hari-hari tertentu, yaitu ritual merendam diri di dalam air sebatas leher yang dimulai mulai pukul 24.00 - 03.00 wib.
Selengkapnya...

Wisata Jateng - Kabupaten Kopeng Salatiga

logo
Wisata Kopeng Salatiga (Wisata >> Jawa Tengah)

Kopeng adalah nama sebuah desa yang terletak di kecamatan Getasan, Semarang, Jawa Tengah, sekitar 15 km dari kota Salatiga. Terletak di ketinggian 1.450 m dari permukan laut. Diapit oleh gunung Telomoyo, Andong dan Merbabu. Menyajikan panorama yang memikat dalam nuansa alam pedesaan dipadu dengan keindahan hamparan tanaman bunga dan sayuran membentuk suasana asri nan menyejukkan.
Selengkapnya...

Central Java Tourism

Central Java Tourism
Images Gallery

Andong Kelapa.jpg Andong Kelapa.jpg

Angon Itik.jpg Angon Itik.jpg

Bakul Sayur.jpg Bakul Sayur.jpg

Candi Cetho.jpg Candi Cetho.jpg

Cocok Tanam.jpg Cocok Tanam.jpg

Dieng Theater.jpg Dieng Theater.jpg

GUA JATIJAJAR2.jpg GUA JATIJAJAR2.jpg

GUA JATIJAJAR3.jpg GUA JATIJAJAR3.jpg

GUA JATIJAJAR4.jpg GUA JATIJAJAR4.jpg

GUA JATIJAJAR5.jpg GUA JATIJAJAR5.jpg

Harapan-Dua.jpg Harapan-Dua.jpg

Harapan-Satu.jpg Harapan-Satu.jpg

1 2 3 4 5


All images in gallery : 53
Selengkapnya...

Wisata Jateng - Kabupaten Purbalingga

Purbalingga Magnet Wisata Jateng Selatan PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest
Ditulis oleh: Web Master
Feb 12, 2008 at 05:51 AM
Article Index
Purbalingga Magnet Wisata Jateng Selatan
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
owabong-l
Banyak hal bisa dinikmati. Mulai dari waterboom, sirkuit gokart, museum reptil, sampai akuarium raksasa. Berwisata ke Jawa Tengah kini tak lengkap jika hanya berkunjung ke Borobudur atau Baturaden. Biro-biro perjalanan di Pulau Jawa saat ini mulai memasukkan Kabupaten Purbalingga sebagai salah satu tujuan wisata utama.

Ada apa dengan Purbalingga? Tahukah Anda, kota yang terletak di kaki Gunung Slamet itu, tengah mengalami perkembangan yang cukup menakjubkan, utamanya di bidang wisata. Tak heran, kota ini mendapatkan julukan baru yang lumayan mentereng: magnet wisata di Jateng (Jawa Tengah) bagian selatan.

Selengkapnya...