Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

There was an error in this gadget

2008/11/28

Objek Wisata Wisata

Buntu Matabing
Buntu Matabing
Diposting pada : Thursday, 30 Aug 2007, 21:56:20
Tipe Objek Wisata : Objek Wisata
Lokasi Objek Wisata : Kec. Larompong
Sinopsis
Buntu Matabing terletak di kecamatan Larompong sekitar 27 km sebelah selatan kota Belopa,
| [Selengkapnya ...


Pantai Salolo
Pantai Salolo
Diposting pada : Thursday, 30 Aug 2007, 22:08:02
Tipe Objek Wisata : Objek Wisata
Lokasi Objek Wisata : Kecamatan Ponrang
Sinopsis
Pantai Salolo terletak di kecamatan Ponrang, tepatnya di desa Muladimeng, degan daya
| [Selengkapnya ...] |

Sunset di Pantai Akarena

Sunset  di Pantai Akarena



Jeram Eksotis Sulawesi Selatan


Adi Supriyatna/Dok. Mapala UI
Jeram eksotis


Selengkapnya...

Wisata Nostalgia Zaman Kolonial - Provinsi Sulawesi Selatan

Sulewesi Selatan dan Wisata Nostalgia Zaman Kolonial

Benteng Rotterdam di kawasan pesisir kota Makassar merupakan salah satu aset wisata andalan Makassar. Benteng itu diserahkan Kerajaan Gowa semasa pemerintahan Sultan Hasanuddin kepada VOC sebagai bentuk perjanjian Bungaya 18 November 1667.
Selengkapnya...

Wisata Provinsi Sulawesi Selatan

Wisata Alam

1. Malino

Malino merupakan tempat agrowisata dan peristirahatan di Sulsel yang menampilkan pemandangan hijau perkebunan teh dan hutan pinus. Di kota yang dingin ini tumbuh beraneka ragam bunga tropis dan buah-buahan. Selain itu di sebelah timur kota terdapat air terjun Takapala yang dapat dicapai dengan mengendarai kuda.

2. Makam Sultan Hasanuddin

Makam Sultan Hasanuddin berada di kompleks makam raja-raja Gowa, termasuk di dalamnya sebuah batu dari “tomanurung” yang digunakan sebagai tempat pelantikan raja Gowa, serta sebuah mesjid kuno. Di dalam kompleks makam tersebut terdapat makam 6 orang raja Gowa dan sebuah makam raja Tallo. Sultan Hasanuddin adalah raja Gowa ke enambelas yang bergelar Malobasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Mohammad Bakir Tumenanga Ribulla Pangkawi, lahir tahun 1629 dan diangkat menjadi raja Gowa pada tahun 1652 pada saat berusia 23 tahun. Jabatan tersebut dipangku Sultan Hasanuddin selama 17 tahun hingga tahun 1669. Satu tahun kemudian pada usia 41 tahun, tanggal 12 Mei 1670, beliau mangkat.

3. Air Terjun Bantimurung

Wisata alam Bantimurung merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, khususnya pada hari libur. Daya tarik utamanya adalah air terjun dan tempat pemandian di bawahnya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati suasana sejuk dengan berbagai spesies kupu-kupu yang cantik.

4. Goa Mimpi

Goa mimpi terletak dilapisan bawah kira-kira 15 menit berjalan dan ia terletak sekitar 15 m dari ketinggian air terjun Bantimurung. Melalui jalan kecil kehulu dari air terjun ke air terjun lain dan goa yang lebih kecil kita sampai ke Goa Mimpi. Dengan menggunakan lampu senter atau lentera kita menikmati indahnya berbagai bentuk batu kapur serasa dialam mimpi.


5. Ke'te Kesu

Ke’te Kesu adalah sebuah perkampungan tradisional Toraja dengan rumah khasnya yang bercirikan rentetan atap melengkung dan dinding yang berukir. Ke’te Kesu terdiri dari dua kata yaitu Ke’te yang berarti gapai dan Kesu yang berarti tahta. Jadi Ke’te Kesu berarti menggapai tahta atau kedudukan. Ke’te Kesu juga merupakan museum tongkonan dan rumah adat yang menyajikan hamparan persawahan yang dilatarbelakangi tebing-tebing tinggi tempat Tau-Tau (jasad) berusia tua. Keindahan dan keunikan perkampungan adat ini membuat lembaga kebudayaan PBB (UNESCO) mengusulkan agar Ke’te sebagai salah satu warisan budaya dunia ke 38 setelah Candi Borobudur.


6. Lemo dan Londa

Lemo dan Londa adalah dua desa yang terkenal dengan kuburan karangnya. Londa merupakan salah satu dari beberapa tempat penguburan gantung yang paling tua, dimana ditempat itu terkubur jasad beberapa anggota bangsawan setempat. Sebuah balkon yang besar dipenuhi dengan gambar-gambar kematian. Replika jenasah itu disebut Tau-Tau dan dipajang di depan gua di atas tebing yang curam. Sementara Lemo merupakan tempat peristirahatan terakhir para ningrat Toraja yang disemayamkan dalam bentuk Tau-Tau dan paling baik dikunjungi pada pagi hari.


7. Palawa

Menelusuri Sungai Sa’dang ke arah utara akan membawa kita ke Palawa yang menampilkan Tau-Tau (jasad) dan Tongkonan (rumah adat) sebagai penyambut para pengunjung. Terletak di atas sebuah bukit, di tengah pohon bambu yang rindang, jajaran Tongkonan ini banyak menghiasi iklan wisata Tana Toraja.


8. Soppeng

Menyusuri kota Watansoppeng akan terlihat suatu pemandangan yang unik yang tidak didapatkan di tempat lain. Sepanjang mata memandang pada ranting-ranting pohon bergelantungan kelelawar yang jumlahnya puluhan pada setiap pohon disisi kiri dan kanan jalan serta taman-taman kota. Mitos yang berkembang dan diyakini oleh masyarakat seputar keberadaan kelelawar ini adalah jika seorang pendatang berkunjung dan kelelawar ini membuang kotorannya kemudian mengenai orang tersebut, maka diyakini si pendatang akan menjadi warga masyarakat Kabupaten Soppeng. Jika perempuan maka akan mendapatkan jodoh seorang pria warga Kabupaten Soppeng dan bila pria maka dia akan mendapatkan jodoh perempuan warga Kabupaten Soppeng.


9. Palopo

Kota Palopo merupakan kota tua yang banyak meninggalkan jejak sejarah perkembangan agama Islam di Sulawesi. Salah satu peninggalannya adalah sebuah masjid yang dibangun tanpa semen pada tahun 1603 M oleh Raja Luwi XVI. Masjid ini masih berdiri kokoh dengan tiang utama dari kayu hitam.


10. Pantai Tanjung Bira

Pantai Tanjung Bira merupakan pantai eksotis berpasir putih dan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. Pantai ini juga menjanjikan pemandangan sunset yang indah dan air laut yang jernih.


11. Pengrajin Phinisi

Bulukumba juga terkenal dengan para pengrajin perahu phinisi, baik dalam ukuran kecil sebagai souvenir maupun dalam ukuran sesungguhnya untuk pelayaran.


B. Wisata Bahari

1. Pulau Kayangan

Jarak lokasi : ± 0,8 Km. dari Kota Makassar (± 15 menit dari Dermaga Pulau Kayangan)
Daya tarik : Berenang, panorama matahari terbenam (sunset), olah raga air, musik & pertunjukan.
Pulau Kayangan adalah sebuah pulau kecil berpasir putih seluas 1 Ha. Lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, dapat ditempuh selama 15 menit perjalanan dengan menggunakan perahu boat yang khusus disediakan bagi para pengunjung dari dermaga yang ada di depab Benteng Rotterdam. Pulau ini dulunya bernama Marrouw atau Meraux. Pulau Kayangan mempunyai beberapa fasilitas seperti tempat penginapan (resort), panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, tempat bermain bagi anak-anak, sarana olah raga, dan anjungan memancing.


2. Pelabuhan Paotere

Paotere adalah sebuah pelabuhan tradisional yang menjadi tempat berlabuh beragam perahu mulai dari yang kecil dengan layar tunggal sampai dengan perahu pinisi dan lambo dengan layar yang lebih banyak dan besar serta bermesin.


3. Pulau Samalona

Jarak lokasi : ± 6,8 Km (± 20 menit) dari Kota Makassar
Letak lokasi : Kecamatan Ujung Pandang
Daya tarik : Diving, snorkling, terumbu karang, biota laut, olahraga air


4. Pulau Barrang Caddi

Jarak lokasi : ± 12 Km dari Kota Makassar (± 1 jam 15 menit)
Letak lokasi : Kecamatan Ujung Tanah
Daya tarik : Oseanorium, peninggalan Jepang


C. Wisata Pantai

1. Pantai Losari

Pantai ini merupakan aikon kota Makassar kedua setelah Lapangan Karebosi. Pantai ini menjadi tempat rekreasi paling diminati warga kota karena letaknya yang berada di tengah kota Makassar. Pada Minggu pagi pantai ini dipadati warga kota yang berolahraga sambil menikmati jajanan yang ada di sepanjang jalan. Pada sore hari kita dapat menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) dengan latar pulau-pulau kecil di perairan dalam.


2. Pantai Akkarena

Kawasan wisata ini terletak di kawasan terpadu Tanjung Bunga, merupakan pusat wisata modern dengan berbagai sarana pendukung seperti restoran, café, sarana bermain anak-anak dan panggung hiburan.

D. Wisata Sejarah dan Budaya

1. Benteng Rotterdam

Dalam bentuknya sekarang, benteng yang kini terdapat di pusat Kota Makassar ini dibangun oleh Kompeni Dagang Belanda (VOC). Dinamakan Fort Rotterdam dengan memperingati nama kota kelahiran sang pemenang Perang Makassar, Admiral Speelman; setelah dirombak total pada tahun 1673, benteng ini dibangun kembali dengan mengikuti model benteng pertahanan Eropa abad ke-17. Selama hampir 300 tahun benteng ini merupakan pusat pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan. Baru pada tahun 1937 Fort Rotterdam diserahkan untuk penggunaan sipil sebagai pusat budaya dan kesenian, antara lain untuk merumahkan Yayasan Matthes, sebuah perpustakaan terkenal tentang sejarah, bahasa dan budaya Sulawesi. Kini Benteng Rotteram dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara Museum Lagaligo yang berada dalam benteng ini berada dibawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan ini menjadi salah satu obyek wisata budaya Kota Makassar dan menarik banyak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.


2. Benteng Somba Opu

Lokasi : 15 menit dari Pusat Kota
Benteng ini merupakan peninggalan kerajaan Gowa yang kemudian digunakan oleh Belanda pada masa penjajahan. Saat ini benteng Somba Opu dijadikan miniatur budaya Sulawesi Selatan yang dilengkapi dengan rumah-rumah adat di setiap kabupaten/kota yang mewakili suku Makassar, Bugis, Mandar, Toraja, dan Kajang.

3. Monumen Mandala

Lokasi : Jl. Jend. Sudirman (Pusat Kota)
Monumen Mandala adalah salah satu bangunan ciri khas (Landmark) Kota Makassar. Monumen ini dibangun untuk memperingati Pembebasan Irian Barat (sekarang Papua) dari pendudukan Belanda. Pada lantai dasar monumen ini terdapat relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.


4. Monumen Korban 40.000 Jiwa

Letak lokasi : Jl. Korban 40 Ribu Jiwa, Kec. Tallo (10 menit dari pusat kota)
Monumen Korban 40.000 Jiwa merupakan salah satu obyek wisata peninggalan sejarah yang dibangun untuk mengenang peristiwa pembantaian massal para pejuang dan tokoh-tokoh masyarakat Sulawesi Selatan oleh tentara NICA pimpinan Kapten Westerling.


5. Makam Pangeran Diponegoro

Letak lokasi : Jl. Pangeran Diponegoro (10 menit dari pusat kota)
Pangeran Diponegoro terkenal sebagai pahlawan nasional dan merupakan pemimpin perlawanan rakyat terhadap kolonialisme di Pulau Jawa antara tahun 1825 – 1830. Gigihnya perlawanan Pangeran Diponegoro merupakan ancaman serius bagi pemerintah kolonial Belanda saat itu, sehingga sang Pangeran diasingkan ke Manado dan kemudian dipindahkan hingga wafat di Makassar pada tahun 1855. Makam Pangeran Diponegoro berada di Makassar dan jalan yang berada di muka makam tersebut hingga kini dinamai Jl. Pangeran Diponegoro.


6. Masjid Al-Markaz Al-Islami

Letak lokasi : Jl. Lompobattang (Pusat Kota)
Al-Markaz Al-Islami adalah auditorium dan masjid terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang berfungsi bukan hanya sebagai pusat peribadatan namun juga memfasilitasi pendidikan, kegiatan sosial dan budaya.

7. Masjid Raya Makassar

Letak lokasi : Jl. Lompobattang (Pusat Kota)
Masjid Raya Makassar merupakan masjid kedua terbesar setelah Al Markaz Al Islami. Baru selesai direnovasi dan diresmikan kembali pada tahun 2004.

8. Masjid Kuno Arab

Letak lokasi : Jl. Lombok, Kec. Wajo
Masjid Kuno Arab dibangun pada tahun 1907, dan hingga saat ini bangunan tua tersebut masih berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam di sekitarnya.


9. Kompleks Makam Raja-Raja Tallo

Letak lokasi : Jl. Sultan Abdullah, (15 menit dari pusat kota)
Kompleks Makam ini dibangun sekitar abad ke-18. Bentuk bangunan makam kuno ini mirip konstruksi candi. Pada sebagian dindingnya terdapat kalimat tauhid dalam seni kaligrafi Islam. Di pemakaman ini dikebumikan Raja Tallo ke VII, I Malingkaang Daeng Manyonri yang merupakan Raja Tallo I yang memeluk Agama Islam dengan julukan “Macan Keboka ri Tallo” (Macan Putih dari Tallo), dan dikenal sebagai penyebar Agama Islam ke wilayah Timur seperti Buton, Ternate dan Palu. Beliau juga digelari KaraEng Tuammalianga ri Timoro (Raja yang berpulang di Timur).


10. Makam Syech Yusuf

Letak lokasi : Jl. Syekh Yusuf, Kec. Tamalate.
Syech Yusuf lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, dengan nama Muhammad Yusuf. Nama lengkapnya setelah dewasa adalah Tuanta' Salama' ri Gowa Syekh Yusuf Abul Mahasin Al-Yaj Al-Khalwati Al-Makassari Al-Banteni.

Selengkapnya...

PANTAI LOSARI - SULAWESI SELATAN

PANTAI LOSARI - SULAWESI SELATAN

26 06 2007

Image Hosted by ImageShack.us

Pertama kali menginjakkan kaki dikota ini beberapa tahun lalu, dari pesawat sesaat sebelum mendarat, gw sempat mengira kota dibawah gw adalah surabaya. ga nyangka ada kota di luar jawa yang sudah padat dengan bangunan dan rumah2. Bicara ttg Kota Makassar, pastilah tidak luput dari salah satu icon kota ini yaitu pantai losari. semula gw mengira pantai ini dapat dijadikan tempat berenang seperti layaknya pantai kuta di Bali. nyatanya disini, pantainya hanya bisa dilihat dan sulit untuk digapai karena sudah ditanggul. posisinya tepat dipinggir jalan dan berseberangan dengan berbagai macam hotel. walaupun disana gw agak2 kecewa karena gagal menemukan pasir putih seperti yg gw bayangkan sebelumnya, tp Subhanallah, ada moment yang ga akan gw lupain. Sunset pertama gw! apalagi kl dilihat dari balkon hotel. tanpa perlu terhalang kita bs liat detik demi detik berlalu dengan sudut kemiringan matahari yang kian membenam di balik bumi.

Image Hosted by ImageShack.us

Read the rest of this entry »


Menikmati Matahari Terbenam di Pantai Losari

800px-anjungan_losari.jpg

Pelataran Bahari Pantai Losari menjelang senja (foto dari WIKIPEDIA-Indonesia)

Saat masih berstatus mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar sekitar tahun 1990-1994, tempat favorit saya untuk sekedar melepaskan penat (dan mungkin indehoy bersama kekasih tercinta) adalah Pantai Losari.

Pantai yang terletak disebelah barat kota Makassar ini memang menawarkan keindahan yang sangat eksotis terutama saat menyaksikan pemandangan matahari terbenam ketika petang menjelang. Saya masih ingat betul, sejumlah pedagang makanan bertenda berderet sepanjang kurang lebih satu kilometer dipesisir Pantai Losari. Sampai-sampai ada yang sempat menjuluki sebagai “meja makan terpanjang didunia”. Hidangan yang disajikanpun sangat beragam namun kebanyakan didominasi oleh makanan laut (seafood) dan ikan bakar.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon



MAKAM SULTAN HASANUDDIN - SULAWESI SELATAN 3 08 2007

Makam Sultan Hasanuddin terletak di komplek pemakaman raja-raja Gowa di Katangka Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan. Di tempat yang sama dimakamkan pula Sultan Alauddin (Raja yang mengembangkan agama Islam pertama di Kerajaan Gowa) dan disebelah kiri depan komplek makam, terdapat lokasi tempat pelantikan raja Gowa yang bernama Batu Pallantikan.

Image Hosted by ImageShack.us

Menurut tulisan yang terukir di makamnya, beliau lahir tahun 1629, menjadi raja tahun 1652, meletakkan jabatan tahun 1668 dan wafat tanggal 12 Juni 1670. Dimakamnya jg tertera nama Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe Mohammad Bakir yang merupakan nama kecil Sultan Hasanuddin.

Image Hosted by ImageShack.us

Read the rest of this entry »


MUSEUM LA GALIGO / BENTENG ROTTERDAM - SULAWESI SELATAN

26 07 2007

Image Hosted by ImageShack.us

Salah satu benteng peninggalan Belanda yang pernah dibangun di Indonesia dan masih terawat hingga kini (bahkan Barbara Crossette di New York Times menuliskannya sebagai the best preserved Dutch fort in Asia) adalah Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam yang berlokasi di Jl. Ujung Pandang No.1 Makassar. Menurut keterangan Depbudpar, dulunya sebelum dibangun Fort Rotterdam di tempat ini terdapat benteng milik kerajaan Gowa (konon bernama Benteng Ujung Pandang) yang dibangun sekitar tahun 1545. Benteng milik kerajaan Gowa tsb kemudian dihancurkan saat Belanda menduduki daerah ini dan setelah perjanjian Bungaya tahun 1667, Belanda membangun Fort Rotterdam sebagai pusat pemerintahan Belanda. Masih mengutip dari sumber yang sama, di dalam sejarah, seorang Pangeran Diponegoro, yang memimpin perang jawa melawan Belanda tahun 1925-1930, pernah ditipu, ditangkap lantas dibuang ke Makassar serta diasingkan selama 26 tahun di Benteng Rotterdam ini.

Image Hosted by ImageShack.us

Read the rest of this entry »


MUSEUM BALLA LOMPOA - SULAWESI SELATAN

11 07 2007

Bertempat di Jl. Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan, terdapat sebuah bangunan yang dulunya merupakan istana tempat kediaman raja-raja gowa. Balla Lompoa sendiri dalam bahasa makassar berarti rumah besar atau rumah kebesaran. Di dalam museum terdapat berbagai macam peninggalan kerajaan termasuk benda2 pusaka, mahkota dan berbagai perhiasan berharga serta terpampang pula silsilah keluarga kerajaan gowa. tersebutlah sebuah nama di bagian bawah silsilah yang membuat gw agak tercengang, yaitu Setiawan Djodi! (cmiiw, karena gw ke museum ini udh bertahun2 lalu lamanya).

Image Hosted by ImageShack.us

Mengutip dari kompas, Istana Balla Lompoa dibangun pada tahun 1936 pada masa pemerintaan Raja Gowa ke-31 yaitu I Mangngi-mangngi Daeng Matutu dan pernah direstorasi pada tahun 1978-1980. bangunan utama istana berukuran 60×40 meter dan ruang penerima tamu berukuran 40×4.5 meter. seluruh bangunan dan atapnya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. bangunan ini merupakan bangunan khas bugis yaitu berupa rumah panggung dan memiliki banyak jendela. menurut banyak pengakuan, banyak hal ghoib dan mistis bisa ditemui di tempat ini. dan setiap ada perayaan Idul Adha, katanya sering diadakan upacara adat pencucian benda-benda pusaka kerajaan. sayangnya istana kini sepi pengunjung. entah, mungkin karena lokasinya yang tidak seperti Benteng Fort Rotterdam yang berada di tengah kota makassar.

Popularity: 49% [?]


Image Hosted by ImageShack.us

Selengkapnya...

Wisata Sulawesi Utara .....

Taman Laut Nasional Bunaken - Sulawesi Utara


Ini dia favorit para petualang laut ! Taman Nasional Bunaken yang terletak di Teluk Menado memiliki keindahan kedalaman laut yang luar biasa dan diakui para diver dunia. Bagi anda yang tidak bisa menyelam ada wisata bawah laut dengan kapal selam khusus yang bisa membuat liburan anda ke Bunaken tak terlupakan.



Taman Laut Bunaken

Pantai Bunaken

Rumah Adat Sulawesi Utara



beach

Mt Lokon from Mahawu






Arung Jeram
Gunung Mahawu
Bunaken & Manado Tua

Pemandangan Manado
Danau Tondano
Danau Linow

Sulawesi Utara kaya dengan panorama alam, salah satunya yang paling populer dan menjadi kebanggaan Sulawesi Utara adalah taman Laut Bunaken. Banyak sekali wisatawan mancanegara maupun domestik mengunjungi Bunaken, apakan anda salah satunya yang sudah mengunjunginya? Kalau belum, kapan lagi anda ke Bunaken kalau tidak sekarang.



KONSERVASI WILAYAH

1. Cagar Alam Tangkoko.

Ditetapkan berdasarkan GB. NO. 6 Stbl 1919, tanggal 12 – 2 – 1919 dengan luas 3. 196 Ha berlokasi di Bitung. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Macaca nigra, Tarsiuss spectrum,Br.Rangkong, kus-kus dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado-Bitung Manado– Bitung ± 60 km, Bitung-lokasi ± 20 km, dengan waktu keseluruhan± 190 menit


2. Cagar Alam Duasudara.

Ditetapkan berdasarkan SK. Mentan No 700/Kpts/ Um/7/78 tgl. 13-11-1978 dengan luas 4.299 Ha berlokasi di Bitung. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Macaca nigra, Tarsius spectrum,Br.Rangkong,Babi hutan , dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado–Bitung ± 60 km, Bitung-lokasi ± 20 km, dengan waktu keseluruhan± 190 menit.

3. Cagar Alam Lokon

Ditetapkan berdasarkan GB No.6 Stbl.112 tgl. 12-02-1919 dengan luas 716 Ha berlokasi di kabupaten Minahasa. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain : Macaca nigra, babi hutan, beberapa jenis burung, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado–Tomohon ± 20 km, Tomohon-lokasi ± 8 km, dengan waktu keseluruhan ± 90 menit

4. Suaka Margasatwa Menembo-nembo

Ditetapkan berdasarkan SK.Mentan No. 441/ Kpts/Um/7/78 tgl. 16-7-1978 dengan luas 6.426 Ha berlokasi di kabupaten Minahasa. Potensi yang terkandung didalamnya Anoa, Br. Gosong, Br. Rangkong,Rusa, Macaca nigra, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado– Poopoh ± 45 km, dilanjutkan berjalan kaki ke lokasi ± 60 menit.


5. Taman Wisata Alam Batuputih.

Ditetapkan berdasarkan SK. Mentan No. 1049 /Kpts/Um/12/18 tgl 24-12-1981 dengan luas 615 Ha berlokasi di Bitung. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Macaca nigra, Tarsiuss spectrum,Br.Rangkong, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado-lokasi + 120 menit atau Bitung – lokasi + 60 menit.

6. Taman Wisata Alam Batuangus.

Ditetapkan berdasarkan SK. Mentan No.1049/Kpts/Um/12/18 tgl 24-12-1981 dengan luas 635 Ha berlokasi di Bitung.Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Tarsius, Kus-kus, Br.Bangau hitam, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado- Kasawary + 90 menit atau Bitung- lokasi + 30 menit dengan perahu motor.

7. Suaka Margasatwa Karakelang

Ditetapkan berdasarkan SK. Menhut No.971/ Kpts-II/2000 Tgl. 22-12-2000 dengan luas 24.669 Ha berlokasi di kabupaten Talaud. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Nuri Talaud, Ketam Kenari, Elang Bondol, Bangau, dll

Lokasi dapat ditempuh dengan kapal motor dari kota Manado–Beo(+20 jam), atau Manado-Tahuna-Beo (+36 Jam)

Selengkapnya...

Profil Wisata Provinsi Sulawesi Tengah

Taman Nasional Lore Lindu
Taman Nasional Lore Lindu merupakan salah satu lokasi perlindungan hayati terpenting di Pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah. Taman Nasional Lore Lindu terletak sekitar 60 km selatan Kota Palu dan menjadi daerah tangkapan air bagi 3 sungai besar di Sulawesi Tengah yaitu Sungai Lariang, Sungai Gumbasa dan Sungai Palu. Luas Taman Nasional Lore Lindu sekitar 217.991 ha dengan ketinggian tempat bervariasi antara 200 sampai dengan 2.610 meter di atas permukaan laut.

Taman Nasional Lore Lindu memiliki fauna dan flora endemik Sulawesi serta panorama alam yang menarik karena terletak di garis Wallacea yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia. Fauna seperti anoa, babi rusa, rusa, kera hantu, kuskus marsupial dan binatang khas lainnya hidup di taman ini. Taman Nasional Lore Lindu juga memiliki paling tidak 5 jenis bajing endemik, dan sedikitnya 55 jenis kelelawar serta lebih dari 230 jenis burung termasuk maelo dan enggang Sulawesi (rangkong atau burung allo).

Patung-patung megalit yang usianya mencapai ratusan bahkan ribuan tahun tersebar di kawasan Taman Nasional Lore Lindu seperti di Lembah Napu, Besoa dan Bada. Patung-patung tersebut merupakan monumen batu terbaik diantara patung-patung sejenis di Indonesia. Ada 5 klasifikasi patung berdasarkan bentuknya:

  1. Patung batu, patung ini biasanya memiliki ciri manusia, tetapi hanya kepala, bahu dan kelamin.
  2. Kalamba, peninggalan megalit yang banyak ditemukan dan menyerupai jambangan besar, kemungkinan tempat persediaan air atau tempat menaruh mayat pada upacara penguburan.
  3. Tutu'na, piringan-piringan dari batu, kemungkinan besar penutup kalamba.
  4. Batu Dakon: batu-batu berbentuk rata sampai cembung yang menggambarkan saluran-saluran, lubang-lubang tidak teratur dan lekukan-lekukan lain.
  5. Lainnya, mortar batu, tiang penyangga rumah dan beberapa bentuk lain.

Wisata Tirta/Bahari
- Taman laut Teluk Tomori, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali
- Taman Laut Tanjung Api, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una
- Pantai Pasir Putih Siuri Danau Poso, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso

Danau Poso di Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso merupakan salah satu primadona objek wisata di Sulawesi Tengah. Letaknya sangat strategis di jantung Pulau Sulawesi dan mudah di jangkau dengan transportasi darat (jalur Trans Sulawesi). Danau Poso adalah perpaduan panorama pegunungan dan danau yang indah dan berhawa sejuk karena terletak pada ketinggian 650 meter di atas permukaan laut. Airnya jernih sepanjang tahun dengan pantai yang berpasir putih. Di sekitar Danau Poso masih terdapat beberapa objek wisata lainnya yang cukup menarik antara lain air luncur bertingkat 12 Saluopa, Air Terjun Sulewana, Taman Anggrek Hitam Bancea dan Goa Pamona.

- Taman Laut Kepulauan Togian, Kabupaten Tojo Una-Una

Taman Laut Kepulauan Togian terletak di Kecamatan Walea Kepulauan, adalah merupakan salah satu kawasan yang banyak menarik kunjungan wisatawan mancanegara karena keindahan alam kepulauan dan taman bawah laut.

- Pantai Pasir Putih Tanjung Karang, Kabupaten Donggala

Pantai Pasir Putih Tanjung Karang Donggala adalah pemandangan pantai pasir putih perpaduan panorama pegunungan dan taman laut yang sangat indah serta menarik


Selengkapnya...