Buntu Matabing | |||||||
|
Pantai Salolo | |||||||
|
Sunset di Pantai Akarena
Adi Supriyatna/Dok. Mapala UI
Jeram eksotis
Selengkapnya...
dangdut songs and tourism
Skin Design:
Free Blogger Skins
Buntu Matabing | |||||||
|
Pantai Salolo | |||||||
|
Sulewesi Selatan dan Wisata Nostalgia Zaman Kolonial
Wisata Alam 1. Malino Malino merupakan tempat agrowisata dan peristirahatan di Sulsel yang menampilkan pemandangan hijau perkebunan teh dan hutan pinus. Di kota yang dingin ini tumbuh beraneka ragam bunga tropis dan buah-buahan. Selain itu di sebelah timur kota terdapat air terjun Takapala yang dapat dicapai dengan mengendarai kuda. 2. Makam Sultan Hasanuddin Makam Sultan Hasanuddin berada di kompleks makam raja-raja Gowa, termasuk di dalamnya sebuah batu dari “tomanurung” yang digunakan sebagai tempat pelantikan raja Gowa, serta sebuah mesjid kuno. Di dalam kompleks makam tersebut terdapat makam 6 orang raja Gowa dan sebuah makam raja Tallo. Sultan Hasanuddin adalah raja Gowa ke enambelas yang bergelar Malobasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Mohammad Bakir Tumenanga Ribulla Pangkawi, lahir tahun 1629 dan diangkat menjadi raja Gowa pada tahun 1652 pada saat berusia 23 tahun. Jabatan tersebut dipangku Sultan Hasanuddin selama 17 tahun hingga tahun 1669. Satu tahun kemudian pada usia 41 tahun, tanggal 12 Mei 1670, beliau mangkat. 3. Air Terjun Bantimurung Wisata alam Bantimurung merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, khususnya pada hari libur. Daya tarik utamanya adalah air terjun dan tempat pemandian di bawahnya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati suasana sejuk dengan berbagai spesies kupu-kupu yang cantik. 4. Goa Mimpi Goa mimpi terletak dilapisan bawah kira-kira 15 menit berjalan dan ia terletak sekitar 15 m dari ketinggian air terjun Bantimurung. Melalui jalan kecil kehulu dari air terjun ke air terjun lain dan goa yang lebih kecil kita sampai ke Goa Mimpi. Dengan menggunakan lampu senter atau lentera kita menikmati indahnya berbagai bentuk batu kapur serasa dialam mimpi. Ke’te Kesu adalah sebuah perkampungan tradisional Toraja dengan rumah khasnya yang bercirikan rentetan atap melengkung dan dinding yang berukir. Ke’te Kesu terdiri dari dua kata yaitu Ke’te yang berarti gapai dan Kesu yang berarti tahta. Jadi Ke’te Kesu berarti menggapai tahta atau kedudukan. Ke’te Kesu juga merupakan museum tongkonan dan rumah adat yang menyajikan hamparan persawahan yang dilatarbelakangi tebing-tebing tinggi tempat Tau-Tau (jasad) berusia tua. Keindahan dan keunikan perkampungan adat ini membuat lembaga kebudayaan PBB (UNESCO) mengusulkan agar Ke’te sebagai salah satu warisan budaya dunia ke 38 setelah Candi Borobudur. 6. Lemo dan Londa Lemo dan Londa adalah dua desa yang terkenal dengan kuburan karangnya. Londa merupakan salah satu dari beberapa tempat penguburan gantung yang paling tua, dimana ditempat itu terkubur jasad beberapa anggota bangsawan setempat. Sebuah balkon yang besar dipenuhi dengan gambar-gambar kematian. Replika jenasah itu disebut Tau-Tau dan dipajang di depan gua di atas tebing yang curam. Sementara Lemo merupakan tempat peristirahatan terakhir para ningrat Toraja yang disemayamkan dalam bentuk Tau-Tau dan paling baik dikunjungi pada pagi hari. 7. Palawa Menelusuri Sungai Sa’dang ke arah utara akan membawa kita ke Palawa yang menampilkan Tau-Tau (jasad) dan Tongkonan (rumah adat) sebagai penyambut para pengunjung. Terletak di atas sebuah bukit, di tengah pohon bambu yang rindang, jajaran Tongkonan ini banyak menghiasi iklan wisata Tana Toraja. Menyusuri kota Watansoppeng akan terlihat suatu pemandangan yang unik yang tidak didapatkan di tempat lain. Sepanjang mata memandang pada ranting-ranting pohon bergelantungan kelelawar yang jumlahnya puluhan pada setiap pohon disisi kiri dan kanan jalan serta taman-taman kota. Mitos yang berkembang dan diyakini oleh masyarakat seputar keberadaan kelelawar ini adalah jika seorang pendatang berkunjung dan kelelawar ini membuang kotorannya kemudian mengenai orang tersebut, maka diyakini si pendatang akan menjadi warga masyarakat Kabupaten Soppeng. Jika perempuan maka akan mendapatkan jodoh seorang pria warga Kabupaten Soppeng dan bila pria maka dia akan mendapatkan jodoh perempuan warga Kabupaten Soppeng. 9. Palopo Kota Palopo merupakan kota tua yang banyak meninggalkan jejak sejarah perkembangan agama Islam di Sulawesi. Salah satu peninggalannya adalah sebuah masjid yang dibangun tanpa semen pada tahun 1603 M oleh Raja Luwi XVI. Masjid ini masih berdiri kokoh dengan tiang utama dari kayu hitam. 10. Pantai Tanjung Bira Pantai Tanjung Bira merupakan pantai eksotis berpasir putih dan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. Pantai ini juga menjanjikan pemandangan sunset yang indah dan air laut yang jernih. 11. Pengrajin Phinisi Bulukumba juga terkenal dengan para pengrajin perahu phinisi, baik dalam ukuran kecil sebagai souvenir maupun dalam ukuran sesungguhnya untuk pelayaran. 1. Pulau Kayangan Jarak lokasi : ± 0,8 Km. dari Kota Makassar (± 15 menit dari Dermaga Pulau Kayangan) 2. Pelabuhan Paotere Paotere adalah sebuah pelabuhan tradisional yang menjadi tempat berlabuh beragam perahu mulai dari yang kecil dengan layar tunggal sampai dengan perahu pinisi dan lambo dengan layar yang lebih banyak dan besar serta bermesin. Jarak lokasi : ± 6,8 Km (± 20 menit) dari Kota Makassar 4. Pulau Barrang Caddi Jarak lokasi : ± 12 Km dari Kota Makassar (± 1 jam 15 menit) C. Wisata Pantai 1. Pantai Losari Pantai ini merupakan aikon kota Makassar kedua setelah Lapangan Karebosi. Pantai ini menjadi tempat rekreasi paling diminati warga kota karena letaknya yang berada di tengah kota Makassar. Pada Minggu pagi pantai ini dipadati warga kota yang berolahraga sambil menikmati jajanan yang ada di sepanjang jalan. Pada sore hari kita dapat menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) dengan latar pulau-pulau kecil di perairan dalam. Kawasan wisata ini terletak di kawasan terpadu Tanjung Bunga, merupakan pusat wisata modern dengan berbagai sarana pendukung seperti restoran, cafĂ©, sarana bermain anak-anak dan panggung hiburan. D. Wisata Sejarah dan Budaya 1. Benteng Rotterdam Dalam bentuknya sekarang, benteng yang kini terdapat di pusat Kota Makassar ini dibangun oleh Kompeni Dagang Belanda (VOC). Dinamakan Fort Rotterdam dengan memperingati nama kota kelahiran sang pemenang Perang Makassar, Admiral Speelman; setelah dirombak total pada tahun 1673, benteng ini dibangun kembali dengan mengikuti model benteng pertahanan Eropa abad ke-17. Selama hampir 300 tahun benteng ini merupakan pusat pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan. Baru pada tahun 1937 Fort Rotterdam diserahkan untuk penggunaan sipil sebagai pusat budaya dan kesenian, antara lain untuk merumahkan Yayasan Matthes, sebuah perpustakaan terkenal tentang sejarah, bahasa dan budaya Sulawesi. Kini Benteng Rotteram dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara Museum Lagaligo yang berada dalam benteng ini berada dibawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan ini menjadi salah satu obyek wisata budaya Kota Makassar dan menarik banyak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. 2. Benteng Somba Opu Lokasi : 15 menit dari Pusat Kota 3. Monumen Mandala Lokasi : Jl. Jend. Sudirman (Pusat Kota) 4. Monumen Korban 40.000 Jiwa Letak lokasi : Jl. Korban 40 Ribu Jiwa, Kec. Tallo (10 menit dari pusat kota) Letak lokasi : Jl. Pangeran Diponegoro (10 menit dari pusat kota) 6. Masjid Al-Markaz Al-Islami Letak lokasi : Jl. Lompobattang (Pusat Kota) 7. Masjid Raya Makassar Letak lokasi : Jl. Lompobattang (Pusat Kota) 8. Masjid Kuno Arab Letak lokasi : Jl. Lombok, Kec. Wajo 9. Kompleks Makam Raja-Raja Tallo Letak lokasi : Jl. Sultan Abdullah, (15 menit dari pusat kota) 10. Makam Syech Yusuf Letak lokasi : Jl. Syekh Yusuf, Kec. Tamalate.
5. Ke'te Kesu
8. Soppeng
B. Wisata Bahari
Daya tarik : Berenang, panorama matahari terbenam (sunset), olah raga air, musik & pertunjukan.
Pulau Kayangan adalah sebuah pulau kecil berpasir putih seluas 1 Ha. Lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, dapat ditempuh selama 15 menit perjalanan dengan menggunakan perahu boat yang khusus disediakan bagi para pengunjung dari dermaga yang ada di depab Benteng Rotterdam. Pulau ini dulunya bernama Marrouw atau Meraux. Pulau Kayangan mempunyai beberapa fasilitas seperti tempat penginapan (resort), panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, tempat bermain bagi anak-anak, sarana olah raga, dan anjungan memancing.
3. Pulau Samalona
Letak lokasi : Kecamatan Ujung Pandang
Daya tarik : Diving, snorkling, terumbu karang, biota laut, olahraga air
Letak lokasi : Kecamatan Ujung Tanah
Daya tarik : Oseanorium, peninggalan Jepang
2. Pantai Akkarena
Benteng ini merupakan peninggalan kerajaan Gowa yang kemudian digunakan oleh Belanda pada masa penjajahan. Saat ini benteng Somba Opu dijadikan miniatur budaya Sulawesi Selatan yang dilengkapi dengan rumah-rumah adat di setiap kabupaten/kota yang mewakili suku Makassar, Bugis, Mandar, Toraja, dan Kajang.
Monumen Mandala adalah salah satu bangunan ciri khas (Landmark) Kota Makassar. Monumen ini dibangun untuk memperingati Pembebasan Irian Barat (sekarang Papua) dari pendudukan Belanda. Pada lantai dasar monumen ini terdapat relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.
Monumen Korban 40.000 Jiwa merupakan salah satu obyek wisata peninggalan sejarah yang dibangun untuk mengenang peristiwa pembantaian massal para pejuang dan tokoh-tokoh masyarakat Sulawesi Selatan oleh tentara NICA pimpinan Kapten Westerling.
5. Makam Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro terkenal sebagai pahlawan nasional dan merupakan pemimpin perlawanan rakyat terhadap kolonialisme di Pulau Jawa antara tahun 1825 – 1830. Gigihnya perlawanan Pangeran Diponegoro merupakan ancaman serius bagi pemerintah kolonial Belanda saat itu, sehingga sang Pangeran diasingkan ke Manado dan kemudian dipindahkan hingga wafat di Makassar pada tahun 1855. Makam Pangeran Diponegoro berada di Makassar dan jalan yang berada di muka makam tersebut hingga kini dinamai Jl. Pangeran Diponegoro.
Al-Markaz Al-Islami adalah auditorium dan masjid terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang berfungsi bukan hanya sebagai pusat peribadatan namun juga memfasilitasi pendidikan, kegiatan sosial dan budaya.
Masjid Raya Makassar merupakan masjid kedua terbesar setelah Al Markaz Al Islami. Baru selesai direnovasi dan diresmikan kembali pada tahun 2004.
Masjid Kuno Arab dibangun pada tahun 1907, dan hingga saat ini bangunan tua tersebut masih berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam di sekitarnya.
Kompleks Makam ini dibangun sekitar abad ke-18. Bentuk bangunan makam kuno ini mirip konstruksi candi. Pada sebagian dindingnya terdapat kalimat tauhid dalam seni kaligrafi Islam. Di pemakaman ini dikebumikan Raja Tallo ke VII, I Malingkaang Daeng Manyonri yang merupakan Raja Tallo I yang memeluk Agama Islam dengan julukan “Macan Keboka ri Tallo” (Macan Putih dari Tallo), dan dikenal sebagai penyebar Agama Islam ke wilayah Timur seperti Buton, Ternate dan Palu. Beliau juga digelari KaraEng Tuammalianga ri Timoro (Raja yang berpulang di Timur).
Syech Yusuf lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, dengan nama Muhammad Yusuf. Nama lengkapnya setelah dewasa adalah Tuanta' Salama' ri Gowa Syekh Yusuf Abul Mahasin Al-Yaj Al-Khalwati Al-Makassari Al-Banteni.
Pertama kali menginjakkan kaki dikota ini beberapa tahun lalu, dari pesawat sesaat sebelum mendarat, gw sempat mengira kota dibawah gw adalah surabaya. ga nyangka ada kota di luar jawa yang sudah padat dengan bangunan dan rumah2. Bicara ttg Kota Makassar, pastilah tidak luput dari salah satu icon kota ini yaitu pantai losari. semula gw mengira pantai ini dapat dijadikan tempat berenang seperti layaknya pantai kuta di Bali. nyatanya disini, pantainya hanya bisa dilihat dan sulit untuk digapai karena sudah ditanggul. posisinya tepat dipinggir jalan dan berseberangan dengan berbagai macam hotel. walaupun disana gw agak2 kecewa karena gagal menemukan pasir putih seperti yg gw bayangkan sebelumnya, tp Subhanallah, ada moment yang ga akan gw lupain. Sunset pertama gw! apalagi kl dilihat dari balkon hotel. tanpa perlu terhalang kita bs liat detik demi detik berlalu dengan sudut kemiringan matahari yang kian membenam di balik bumi.
Pelataran Bahari Pantai Losari menjelang senja (foto dari WIKIPEDIA-Indonesia)
Saat masih berstatus mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar sekitar tahun 1990-1994, tempat favorit saya untuk sekedar melepaskan penat (dan mungkin indehoy bersama kekasih tercinta) adalah Pantai Losari.
Pantai yang terletak disebelah barat kota Makassar ini memang menawarkan keindahan yang sangat eksotis terutama saat menyaksikan pemandangan matahari terbenam ketika petang menjelang. Saya masih ingat betul, sejumlah pedagang makanan bertenda berderet sepanjang kurang lebih satu kilometer dipesisir Pantai Losari. Sampai-sampai ada yang sempat menjuluki sebagai “meja makan terpanjang didunia”. Hidangan yang disajikanpun sangat beragam namun kebanyakan didominasi oleh makanan laut (seafood) dan ikan bakar.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Makam Sultan Hasanuddin terletak di komplek pemakaman raja-raja Gowa di Katangka Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan. Di tempat yang sama dimakamkan pula Sultan Alauddin (Raja yang mengembangkan agama Islam pertama di Kerajaan Gowa) dan disebelah kiri depan komplek makam, terdapat lokasi tempat pelantikan raja Gowa yang bernama Batu Pallantikan.
Menurut tulisan yang terukir di makamnya, beliau lahir tahun 1629, menjadi raja tahun 1652, meletakkan jabatan tahun 1668 dan wafat tanggal 12 Juni 1670. Dimakamnya jg tertera nama Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe Mohammad Bakir yang merupakan nama kecil Sultan Hasanuddin.
Salah satu benteng peninggalan Belanda yang pernah dibangun di Indonesia dan masih terawat hingga kini (bahkan Barbara Crossette di New York Times menuliskannya sebagai the best preserved Dutch fort in Asia) adalah Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam yang berlokasi di Jl. Ujung Pandang No.1 Makassar. Menurut keterangan Depbudpar, dulunya sebelum dibangun Fort Rotterdam di tempat ini terdapat benteng milik kerajaan Gowa (konon bernama Benteng Ujung Pandang) yang dibangun sekitar tahun 1545. Benteng milik kerajaan Gowa tsb kemudian dihancurkan saat Belanda menduduki daerah ini dan setelah perjanjian Bungaya tahun 1667, Belanda membangun Fort Rotterdam sebagai pusat pemerintahan Belanda. Masih mengutip dari sumber yang sama, di dalam sejarah, seorang Pangeran Diponegoro, yang memimpin perang jawa melawan Belanda tahun 1925-1930, pernah ditipu, ditangkap lantas dibuang ke Makassar serta diasingkan selama 26 tahun di Benteng Rotterdam ini.
Bertempat di Jl. Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan, terdapat sebuah bangunan yang dulunya merupakan istana tempat kediaman raja-raja gowa. Balla Lompoa sendiri dalam bahasa makassar berarti rumah besar atau rumah kebesaran. Di dalam museum terdapat berbagai macam peninggalan kerajaan termasuk benda2 pusaka, mahkota dan berbagai perhiasan berharga serta terpampang pula silsilah keluarga kerajaan gowa. tersebutlah sebuah nama di bagian bawah silsilah yang membuat gw agak tercengang, yaitu Setiawan Djodi! (cmiiw, karena gw ke museum ini udh bertahun2 lalu lamanya).
Mengutip dari kompas, Istana Balla Lompoa dibangun pada tahun 1936 pada masa pemerintaan Raja Gowa ke-31 yaitu I Mangngi-mangngi Daeng Matutu dan pernah direstorasi pada tahun 1978-1980. bangunan utama istana berukuran 60×40 meter dan ruang penerima tamu berukuran 40×4.5 meter. seluruh bangunan dan atapnya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. bangunan ini merupakan bangunan khas bugis yaitu berupa rumah panggung dan memiliki banyak jendela. menurut banyak pengakuan, banyak hal ghoib dan mistis bisa ditemui di tempat ini. dan setiap ada perayaan Idul Adha, katanya sering diadakan upacara adat pencucian benda-benda pusaka kerajaan. sayangnya istana kini sepi pengunjung. entah, mungkin karena lokasinya yang tidak seperti Benteng Fort Rotterdam yang berada di tengah kota makassar.
Popularity: 49% [?]
Keterangan foto: Sunrise di Danau Matano (foto:Istimewa)
Mungkin sebahagian orang di Indonesia kurang mengenal atau mendengar nama Danau Matano, yang merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan terdalam ke-8 di dunia (600mtr depth), bahkan di Sulawesi Selatan, danau Tempe (Wajo) dan danau Towuti (Malili) lebih sering diperbincangkan. Namun, bagi masyarakat Sorowako umumnya, dan PT International Nickel Indonesia khususnya, perusahaan penambangan nikel terbesar dunia yang area pertambangannya meliputi Sorowako- danau Matano merupakan sumber energi dan penghidupan yang sangat vital, sehingga ketergantungan terhadap danau Matano ini sangat tinggi. Danau Matano sendiri terletak di Sorowako, kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu TImur, Sulawesi Selatan. Letaknya berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Keterangan foto : Air terjun Bantimurung yang eksotis di Kabupaten Maros (foto: Auliah Putry)
“Bantinglah Kemurunganmu di Bantimurung dan rasakan sukacitanya,” ujar seorang kawan saya suatu hari. Dan memang, ketika kita berada di Bantimurung–sebuah daerah wisata indah yang berlokasi di Kabupaten Maros sekitar 30 km dari kota Makassar–saya merasakan kegembiraan dan sukacita tiada tara. Tidak hanya menikmati ketakjuban Air Terjunnya yang eksotis tapi juga Kupu-Kupu yang indah beterbangan disana.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
JIKA anda ke Makassar, jangan pernah melewatkan untuk mengunjungi salah satu monumen kejayaan masa silam yang mencerminkan keperkasaan kerajaan Gowa yang berjaya di sulawesi sekitar abad-17. Monumen bersejarah itu adalah benteng Ujung Pandang atau dikenal sebagai Fort Rotterdam.
Berdasarkan tulisan di situs Pemerintah Kota Makassar, Benteng Ujungpandang dibangun pada 1545 oleh raja Gowa ke-10,yang bernama I Manrigau’ Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Ia juga terkenal dengan nama Karaeng Tunipallangga Ulaweng. Inilah satu-satunya benteng yang tidak dimusnahkan Belanda.
Benteng ini berbentuk segi empat, terbuat dari tanah liat, dengan gaya arsitektur Portugis. Modelnya sama dengan benteng di Eropa pada abad ke-16 dan 17. Pada salah satu ruangannya, kita dapat menyaksikan tempat Pangeran Diponegoro dipenjara, serta gereja pertama di Makassar yang dibangun Belanda.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Berwisata sambil menghabiskan waktu liburan tidak harus keluar Kota Makassar. Di kota anging mammiri ini sendiri terdapat berbagai objek wisata yang menawarkan sejuta fasilitas. Mulai dari wisata pantai, wisata budaya dan sejarah hingga wisata taman. Pembangunan tiada henti yang seakan berburu dengan laju perekonomian meninggalkan jejak modernitas yang akan sangat mudah ditemui di segala titik strategis di kota ini. Gedung-gedung bertingkat berdiri angkuh menunjukkan keperkasaannya masing-masing dalam mencakar langit. Area hijau kini makin sempit tergusur para pencakar langit. Disela-sela keangkuhan itu masih tersimpan titik-titik hijau mungil yang menyimpan senyum penghijauan. Mereka adalah taman-taman kota yang tetap terpelihara walaupun hingga kini belum memiliki sisi komersil.
Kelayakan taman kota untuk dijadikan sebagai salah satu objek wisata sudah tidak diragukan lagi. Jumlah taman yang ada di Kota Makassar menurut data UPTD Pengelolaan Lapangan Dan Taman Kota Makassar adalah sebanyak 28 buah, baik yang masih terurus hingga kini maupun yang sudah tidak terurus lagi. Keseluruhan taman ini tersebar di empat arah mata angin kota. Sebagian besar taman ini memiliki daya tarik sebagai tempat berwisata.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
beach
| |||||||||||||
Sulawesi Utara kaya dengan panorama alam, salah satunya yang paling populer dan menjadi kebanggaan Sulawesi Utara adalah taman Laut Bunaken. Banyak sekali wisatawan mancanegara maupun domestik mengunjungi Bunaken, apakan anda salah satunya yang sudah mengunjunginya? Kalau belum, kapan lagi anda ke Bunaken kalau tidak sekarang. | |||||||||||||
1. Cagar Alam Tangkoko.
Ditetapkan berdasarkan GB. NO. 6 Stbl 1919, tanggal 12 – 2 – 1919 dengan luas 3. 196 Ha berlokasi di Bitung. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Macaca nigra, Tarsiuss spectrum,Br.Rangkong, kus-kus dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado-Bitung Manado– Bitung ± 60 km, Bitung-lokasi ± 20 km, dengan waktu keseluruhan± 190 menit
2. Cagar Alam Duasudara.
Ditetapkan berdasarkan SK. Mentan No 700/Kpts/ Um/7/78 tgl. 13-11-1978 dengan luas 4.299 Ha berlokasi di Bitung. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Macaca nigra, Tarsius spectrum,Br.Rangkong,Babi hutan , dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado–Bitung ± 60 km, Bitung-lokasi ± 20 km, dengan waktu keseluruhan± 190 menit.
3. Cagar Alam Lokon
Ditetapkan berdasarkan GB No.6 Stbl.112 tgl. 12-02-1919 dengan luas 716 Ha berlokasi di kabupaten Minahasa. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain : Macaca nigra, babi hutan, beberapa jenis burung, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado–Tomohon ± 20 km, Tomohon-lokasi ± 8 km, dengan waktu keseluruhan ± 90 menit
4. Suaka Margasatwa Menembo-nembo
Ditetapkan berdasarkan SK.Mentan No. 441/ Kpts/Um/7/78 tgl. 16-7-1978 dengan luas 6.426 Ha berlokasi di kabupaten Minahasa. Potensi yang terkandung didalamnya Anoa, Br. Gosong, Br. Rangkong,Rusa, Macaca nigra, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado– Poopoh ± 45 km, dilanjutkan berjalan kaki ke lokasi ± 60 menit.
5. Taman Wisata Alam Batuputih.
Ditetapkan berdasarkan SK. Mentan No. 1049 /Kpts/Um/12/18 tgl 24-12-1981 dengan luas 615 Ha berlokasi di Bitung. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Macaca nigra, Tarsiuss spectrum,Br.Rangkong, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado-lokasi + 120 menit atau Bitung – lokasi + 60 menit.
6. Taman Wisata Alam Batuangus.
Ditetapkan berdasarkan SK. Mentan No.1049/Kpts/Um/12/18 tgl 24-12-1981 dengan luas 635 Ha berlokasi di Bitung.Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Tarsius, Kus-kus, Br.Bangau hitam, dll. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Manado- Kasawary + 90 menit atau Bitung- lokasi + 30 menit dengan perahu motor.
7. Suaka Margasatwa Karakelang
Ditetapkan berdasarkan SK. Menhut No.971/ Kpts-II/2000 Tgl. 22-12-2000 dengan luas 24.669 Ha berlokasi di kabupaten Talaud. Potensi yang terkandung didalamnya antara lain Nuri Talaud, Ketam Kenari, Elang Bondol, Bangau, dll
Lokasi dapat ditempuh dengan kapal motor dari kota Manado–Beo(+20 jam), atau Manado-Tahuna-Beo (+36 Jam)
Selengkapnya...Taman Nasional Lore Lindu Taman Nasional Lore Lindu memiliki fauna dan flora endemik Sulawesi serta panorama alam yang menarik karena terletak di garis Wallacea yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia. Fauna seperti anoa, babi rusa, rusa, kera hantu, kuskus marsupial dan binatang khas lainnya hidup di taman ini. Taman Nasional Lore Lindu juga memiliki paling tidak 5 jenis bajing endemik, dan sedikitnya 55 jenis kelelawar serta lebih dari 230 jenis burung termasuk maelo dan enggang Sulawesi (rangkong atau burung allo). Patung-patung megalit yang usianya mencapai ratusan bahkan ribuan tahun tersebar di kawasan Taman Nasional Lore Lindu seperti di Lembah Napu, Besoa dan Bada. Patung-patung tersebut merupakan monumen batu terbaik diantara patung-patung sejenis di Indonesia. Ada 5 klasifikasi patung berdasarkan bentuknya:
Taman Nasional Lore Lindu merupakan salah satu lokasi perlindungan hayati terpenting di Pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah. Taman Nasional Lore Lindu terletak sekitar 60 km selatan Kota Palu dan menjadi daerah tangkapan air bagi 3 sungai besar di Sulawesi Tengah yaitu Sungai Lariang, Sungai Gumbasa dan Sungai Palu. Luas Taman Nasional Lore Lindu sekitar 217.991 ha dengan ketinggian tempat bervariasi antara 200 sampai dengan 2.610 meter di atas permukaan laut.
Wisata Tirta/Bahari
- Taman laut Teluk Tomori, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali
- Taman Laut Tanjung Api, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una
- Pantai Pasir Putih Siuri Danau Poso, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso
Danau Poso di Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso merupakan salah satu primadona objek wisata di Sulawesi Tengah. Letaknya sangat strategis di jantung Pulau Sulawesi dan mudah di jangkau dengan transportasi darat (jalur Trans Sulawesi). Danau Poso adalah perpaduan panorama pegunungan dan danau yang indah dan berhawa sejuk karena terletak pada ketinggian 650 meter di atas permukaan laut. Airnya jernih sepanjang tahun dengan pantai yang berpasir putih. Di sekitar Danau Poso masih terdapat beberapa objek wisata lainnya yang cukup menarik antara lain air luncur bertingkat 12 Saluopa, Air Terjun Sulewana, Taman Anggrek Hitam Bancea dan Goa Pamona.
- Taman Laut Kepulauan Togian, Kabupaten Tojo Una-Una
Taman Laut Kepulauan Togian terletak di Kecamatan Walea Kepulauan, adalah merupakan salah satu kawasan yang banyak menarik kunjungan wisatawan mancanegara karena keindahan alam kepulauan dan taman bawah laut.
- Pantai Pasir Putih Tanjung Karang, Kabupaten Donggala
Pantai Pasir Putih Tanjung Karang Donggala adalah pemandangan pantai pasir putih perpaduan panorama pegunungan dan taman laut yang sangat indah serta menarik