Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

2008/11/30

Wisata Gorontalo

Rindu juga saya akan keindahan kampung halamanku Gorontalo. Setelah kurang lebih 7 tahun (2000-2007) menginjakkan kaki di “Kota Daeng” atau Makassar. Gorontalo terkenal akan keramahan orang-orangnya, penduduknya yang mayoritas Muslim, makanannya yang serba pedas, apalagi ditambah dengan kecantikan panorama Danaunya yang indah. Pokoknya semuanya bisa bikin saya Rindu akan kampung halamanku.




Dulohupa

Rumah Adat Gorontalo

Gorontalo adalah provinsi yang ke-32 di Indonesia. Sebelumnya, Gorontalo merupakan wilayah kabupaten di Sulawesi Utara. Seiring dengan munculnya pemekaran wilayah berkenaan dengan otonomi daerah, provinsi ini kemudian dibentuk berdasarkan undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000 tertanggal 22 Desember 2000.

Provinsi Gorontalo terletak di pulau Sulawesi bagian utara atau di bagian barat Sulawesi Utara. Luas wilayah provinsi ini 12.215 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 887.000 jiwa (2004).

Menurut sejarah, Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, Bone. Seiring dengan penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulut), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulteng) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara.

Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow.

Pantai Utara Gorontalo
Keindahan Panorama Pantai Utara Gorontalo (tampak atas)

Asal usul nama Gorontalo terdapat berbagai pendapat dan penjelasan antara lain :

* “Hulontalangio”, nama salah satu kerajaan yang dipersingkat menjadi hulontalo.
* Berasal dari ” Hua Lolontalango” yang artinya orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang.
* Berasal dari ” Hulontalangi” yang artinya lebih mulia.
* Berasal dari “Hulua Lo Tola” yang artinya tempat berkembangnya ikan Gabus.
* Berasal dari ” Pongolatalo” atau “Puhulatalo” yang artinya tempat menunggu.
* Berasal dari Gunung Telu yang artinya tiga buah gunung.
* Berasal dari ” Hunto” suatu tempat yang senantiasa digenangi air

Jadi asal usul nama Gorontalo (arti katanya) tidak diketahui lagi, namun jelas kata “hulondalo” hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda karena kesulitan dalam mengucapkannya diucapkan dengan Horontalo dan bila ditulis menjadi Gorontalo.

Hari Kemerdekaan Gorontalo ” yaitu 23 Januari 1942 dikibarkan bendera merah putih dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya. Padahal saat itu Negara Indonesia sendiri masih merupakan mimpi kaum nasionalis tetapi rakyat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Indonesia.



Pilih Provinsi
Demografi | Ekonomi | Wisata | KBI

1. Masjid Baiturrahim

Masjid Baiturrahim merupakan masjid tertua yang berdiri di Gorontalo, didirikan pada tahun 1140 H atau 1726 M oleh Paduka Raja Botituhe (Kerajaan Gorontalo). Selanjutnya sesuai dengan perkembangan Pemerintahan dan masyarakat/umat Islam, mesjid yang pertama kali dibuat dari kayu semata-mata telah diperbaharui dengan memakai tiang-tiang yang telah diubah menjadi bangunan yang berpondasi dan berdinding batu pada tahun 1175 H atau 1761 Masehi oleh Raja Unonongo. Sekedar diketahui bahwa tebal dindingnya 0.80 m.

2. Budaya "Tumbilo Tohe" (Pasang Lampu)

Kegiatan Tradisional Gorontalo yang dilaksanakan tiap tahun dilaksanakan di bulan Ramadhan 5 hari menjelang Idul Fitri. Tradisi tersebut menurut sejarah dimaksudkan untuk memudahkan Umat Islam dalam memberikan Zakat Fitrahnya pada malam hari.


3. Pantai Indah Pohe

Obyek Wisata pantai yang terdapat sebuah batu berbentuk tapak kaki terletak di Pantai Lahilote Kelurahan Pohe Kecamatan Kota Selatan, kurang lebih 6 km dari pusat Kota Gorontalo. Botu berarti batu, Liyodu berarti tapak kaki, jadi Botu Liyodu adalah batu berbentuk tapak kaki. Konon menurut legenda, batu ini adalah tapak kaki dari seorang pemuda bernama Lahilote, karena kasmaran dengan seorang bidadari dari kayangan yang bernama Boyilode Hulawa, sampai nekad mencuri sayap berbentuk selendang dari sang putri, namun dalam perjalanan rumah tangganya Lahilote ditinggalkan sang putri kembali ke kayangan. Legenda lahilote ini sampai sekarang masih dituturkan oleh masyarakat sebagai cerita rakyat bagi generasi selanjutnya. Pantai lahilote tetap menjadi obyek wisata bagi masyarakat Daerah Gorontalo dan wisatawan dari manca negara.

4. Makam Wali Gorontalo

Makam keramat Ju Panggola terletak di Kecamatan Kota Barat, di Kelurahan Lekobalo, kurang lebih 7 KM dari Pusat Kota Gorontalo. Makam keramat ini terletak di atas bukit pada ketinggian 50 meter dari jalan raya. Dari atas bukit ini kita dapat melihat Danau Limboto yang luas, dengan airnya yang makin kritis, dari kedalaman 32 meter kini tinggal 5 s/d 7 meter. Ju Panggola adalah gelar, Ju berarti “ya”, Panggola berati Tua, jadi Ju Panggola artinya Ya Pak Tua. Dalam sejarah, nama dari Pak Tua tersebut adalah Ilato, yang artinya kilat, karena keramatnya Ilato, sering menghilang dan sering muncul jika negeri dalam keadaan gawat. Pak Tua atau “Ju Panggola” gelar ini muncul dari masyarakat, karena setiap beliau tampil, dengan profil Kakek Tua dengan jubah putihnya, serta jenggot yang melewati lutut, berwarna putih. Dikatakan “AWULIYA” karena beliau adalah penyebar agama Islam sejak tahun 1400, sebelum para Wali Songo berada di Pulau Jawa.

5. Monumen H.Nani Wartabone

H. Nani Wartabone adalah putera asli Daerah Gorontalo, yang telah banyak mengabdikan diri sebagai pejuang bangsa dan negara, dalam gerakan patriotisme dalam melawan penjajah. Gerakan patriotisme Rakyat Gorontalo dibawah pimpinan Nani Wartabone, merupakan suatu gerakan yang panjang waktunya melalui kurun waktu dan berbagai macam siasat dan strategi perjuangan, baik yang bersifat legal maupun ilegal. Seluruh perjuangan rakyat Gorontalo yang bersifat patriotik itu akhirnya mencapai klimasnya pada tanggal 23 Januari 1942, suatu peristiwa heroik yang berhasil menggulingkan Pemerintah Kolonial Belanda, dan berhasil mendirinkan Pemerintahan yang merdeka. Jiwa patriotisme yang tumbuh dan terpelihara sejak abad ke XVII, berpuncak pada patriotisme 23 Januari 1942, merupakan batu-batu kerikil yang dipersembahkan rakyat Gorontalo dalam batas-batas kemampuannya dalam pembangunan raksasa Republik Indonesia yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1945. Jiwa patriotik tersebut muncul dan tumbuh terus dimasa kekuasaan Jepang, bahkan dibina dan diwariskan kepada Generasi yang sedang mengisi kemerdekaan ini.



Air Panas
Wisatawan dapat pula mengunjungi pemandian air panas. Ada dua tempat pemandian air panas yang terkenal yakni di Limbongo dan Pentadio. Pemandian air panas Pentadio yang mengandung belerang ini terletak sekitar 10 km dari pusat kota. Keunikan utama dari pemandian ini ialah kita dapat merebus telur hingga matang di dalam mata airnya. Mata air panas ini juga diyakini memiliki khasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit.

Di sini juga dapat dinikmati mandi uap atau sauna yang tersedia dalam bilik-bilik dan dikemas secara modern bertaraf internasional. Tetapi ada juga mandi uap langsung dari sumber panas dengan tingkat kepanasan hingga 40 derajat Celcius. Dari pemandian Pentadio juga bisa menikmati pemandangan danau Limboto. Sedangkan pemandian air panas Lombongo yang terletak sekitar 20 km dari pusat kota mempunyai keunikan dengan adanya dua mata air yakni air panas dan mata air dingin. Mata air panasnya mengandung belerang yang khasiatnya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit.

Gorontalo juga tidak bisa dilepaskan dengan Danau Limboto. Pintu masuk danau ini adalah Desa Iluta yang berjarak 10 km dari pusat kota. Keunikan dari danau ini di antaranya adalah terdapat bermacam-macam jenis ikan air tawar yang tidak terdapat di daerah lain. Danau ini juga pernah dijadikan tempat mendaratnya pesawat amphibi Catelina yang ditumpangi Presiden Pertama RI Bung Karno. Jejak pendaratannya dijadikan sebagai salah stau objek wisata yang terpelihara dengan baik.

Di danau ini sering diadakan Lomba Perahu Dayung Tradisional. Sayang, kondisi Danau Limboto makin menyusut akibat pendangkalan. Warga banyak yang menjadikan danau ini lahan pertanian dengan menanam padi maupun jagung.

Wisatawan yang mendatangi Gorontalo, perlu juga mengunjungi air terjun Ayuhulalo yang artinya kayu bulan di Kecamatan Tilamuda, sekitar 5 km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Boalemo. Lokasinya memberikan suasana yang sejuk bagi setiap pengunjung dengan pohon-pohon rindang di sekelilingnya. Air terjun ini airnya tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau.

Bagi anda wisata petualang tentunya jangan sampai melewatkan perkampungan Suku Bajo. Suku yang hidup berkelompok dengan adat dan kebiasaan sendiri itu memiliki keunikan yakni bertempat tinggal di atas air, identik dengan cara hidup dan mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

Suku Bajo yang ada di Kabupaten Boalemo saat ini terdapat di Desa Baji Kecamatan Tilamuda dan Desa Torosiaje Kecamatan Papayato. Dalam perkembangannya, suku Bajo terbagi menjadi dua kelompok yang tetap mempertahankan tradisi nenek moyang mereka. Mereka bertempat tinggal di atas perahu dan kelompok bertempat tinggal di atas air dan mereka telah membangun rumah-rumah panggung yang sederhana untuk ditempati.

Kelompok Bajo yang hiudp di atas perahu dikenal dengan sebutan "Bangau". Walaupun mereka berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya, pada akhirnya mereka tetap kembali ke Pulau Toro Pantai. Pulau-pulau yang mereka tempati antara lain Pulau Bonde Siaje, Pulau Pajoge Daa dan Pulau Tangkoba, berada sekitar perairan Lemito Kecamatan Popayato.

Pemandangan bawah laut di sekitar pulau-pulau itu sangat menarik karena kondisi alam pulau-pulau itu yang masih utuh. Perairan di sekitar pulau-pulau tersebut sangat jernih, memberikan kesan yang sangat menarik untuk menikmati pemandangan di bawah laut. Pada beberapa bagian tertentu dari kawasan ini dijadikan tempat pembudidayaan mutiara dan rumput laut oleh masyarakat setempat.

Tak hanya keindahan alam, terutama lautnya yang ditawarkan. Gorontalo juga memiliki berbagai adat tradisi yang sangat menarik. Antara klain Tumbilo Tohe yakni tradisi memasang lampu yang dilaksanakan setiap bulan puasa tepatnya tanggal 27 Ramadhan selama tiga malam berturut-turut menjelang Lebaran Idul Fitri.

Pada saat ini, Tumbilo Tohe telah jadi suatu kegiatan budaya yang dikembangkan terus menerus. Sehingga dalam penataannya semakin indah dan menarik tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai dan nuansa Islam. Karena sikap dinamis dan antusias masyarakat untuk memeriahkan setiap malam Tumbilo Tohe, maka saat ini sering diadakan lomba Tumbilo Tohe di wilayah-wilayah tertentu.
foto: dari berbagai sumber Dewi Gustiana Suara Pembaruan

Danau Limboto


Bentor

Kampung Bajo



Pantai Lahilote



Resort Pentadio



Tumbilo Tohe
Selengkapnya...

2008/11/29

Bukittinggi - Oh Danau Maninjau

Bukittinggi Part 5 - Oh Danau Maninjau


Siapa tak kenal danau Maninjau ? kalau kenal danau Maninjau pasti juga kenal dengan kelok 44-nya, kelokan yang ditakuti para supir... tapi itu jaman dulu, kalau ngeliat sekarang sih sebenarnya hampir sama dengan kelokan di tempat parkiran di gedung-gedung Jakarta, cuma jumlah kelokannya ada 44.

Memoto danau Maninjau yang paling bagus ya dari Puncak Lawang, karena bisa meliput seluruh danau dari ketinggian, sayang aku masih gaptek moto view pemandangan.... apalagi menyatukan photo2 pemandangan menjadi satu photo... jadi ya hasil photo danau Maninjau cuma segini ini.

Photo-photo lainnya :

Perjalanan_ke_Bukittinggi_:_Party_Cruise
Bukittinggi_Part_1_:_Warna-warni_di_taman_nenek
Bukittinggi_Part_2_:_Warna-warni_di_persawahan
Bukittinggi_Part_3_:_Warna-warni_di_ngarai_sianok
Bukittinggi_Part_4_:_Sunset_di_pantai_Padang
Bukittinggi_Part_5_:_Oh_Danau_Maninjau
Bukittinggi_Part_6_:_Jam_Gadang_yang_sudah_tidak_gadang
posted by Me and My Family @ 6:46 PM

Selengkapnya...

Danau Maninjau

Danau Maninjau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Danau Maninjau

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan Gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan. Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 KM mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.

[sunting] Pranala luar

Selengkapnya...

Masjid di Martapura, Kalsel

Megahnya Masjid di Martapura, Kalsel

29 03 2008

Martapura merupakan sebuah ibukota kabupaten Banjar yang berada di provinsi Kalimatan Selatan. Martapura merupakan sebuah kota yang sangat terkenal baik didalam negeri maupun diluar negeri berkat intannya.

Nach tepat setelah pasar intan terkenal tersebut berdiri megah sebuah bangunan masjid. Dan masjid ini masih diklaim terbesar di kalimantan selatan.

Masjid Al Mukarramah

Masjid ini dinamai seperti yang tertulis dengan huruf arab di depannya yaitu Masjid Al Mukarramah Karomah. Arsitektur masjidnya bergaya masjid-masjid di arab, karena masyarakat-masyarakat di Martapura kebanyakan keturunan Arab.

Masjid ini memiliki kubah yang unik dengan warna-warna dipuncaknya, dan juga dilengkapi dengan 1 menara tinggi dengan arsitektur yang unik juga.

Dan arsitektur didalam masjidnya tidak kalah dengan penampilan luarnya. Ademnya situasi masjid didalam tidak menggambarkan jika diluar panas terik.

Dan jika anda menyempati singgah di martapura untuk mencari intannya, sebaiknya anda juga menyinggahi masjid ini untuk menunaikan salah satu shalat 5 waktu anda, sayang untuk melewati nyamannya masjid ini.

O iya, untuk mencapai masjid ini gampang sekali karena hanya butuh +/- 1 jam perjalanan dari kota Banjarmasin dan hanya 1/2 jam jika dari bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Dan masjid ini juga berada di pinggir jalan trans Kalimantan ruas Kalsel-Kaltim dan berada di pusat kota Martapura.

Selengkapnya...

Wisata Kumkum, PalangkaRaya

Taman Wisata Kumkum, PalangkaRaya

3 04 2008

Kumkum berupa salah satu tujuan wisata masyarakat di PalangkaRaya , dan mungkin merupakan salah satu tujuan wisata paling dekat. Dan karena satu-satunya tujuan wisata yang paling dekat, maka sangat wajar jika di hari-hari tertentu tempat wisata ini sangat ramai sekali.

View of Kumkum

Lokasinya sangat dekat sekali dengan kota PalangkaRaya nya kira2 sekitar 5km dari pusat kota, dan tidak begitu jauh dari jembatan Kahayan (iconnya PLK). Dan Kumkum ini sendiri juga berada di tepian kahayan. Tempat wisatanya berupa tempat rindang yang menyediakan gubuk-gubuk dari kayu yang berupa rumah panggung dan dirindangi oleh pohon-pohon karet. Dan jika air lagi pasang, air-air dari sungai kahayan akan berada di bawah gubuk-gubuk tersebut. Dan semua lokasinya itu berada diatas panggung-panggung dari kayu.

SUdut

Selain gubuk-gubuk tersebut yang dikenakan tarif untuk sewanya per jam, juga disediakan tempat duduk yang berada di jalan-jalan panggung dan free. Kita bisa memesan makanan/minuman dari tempat-tempat makan yang berada di dalam lokasi wisata tersebut sambil menikmati live musik dari panggung Flexiholic yang berada di tengah-tengah lokasi Kumkum . Dan kita juga bisa melihat aktivitas-aktivitas nelayan di sungai kahayan.

Buaya Kalimantan

Dan jika kita sebagai pendatang atau kita membawa anak-anak, tempat ini juga sebagai kebun binatangnya kota PalangkaRaya, karena di dalam tempat wisata ini juga disediakan beberapa kandang binatang. Dan binatang-binatang disini juga berupa binatang2 khas kalimantan seperti Buaya, Beruang Madu, Burung Tingang (maskot Kalteng), Monyet, Kuskus, dll. Tapi yang sayang sekali Orang Utan dan Bekantan (monyet khas kalimantan) tidak ada.

Selengkapnya...

Wisata PalangkaRaya

Danau Kereng Bangkirai, PalangkaRaya

13 04 2008

Salah satu tempat favorit gw di PalangkaRaya adalah sebuah danau yang berada di pinggiran kotanya. Danaunya sendiri sebenarnya belum mempunyai nama yang pasti, tetapi karena berada di kec. Kereng bangkirai maka kita namain saja sebagai danau kereng bangkirai.

Kalau dibilang danau sebenarnya ini bukan seperti danau kebanyakan karena danau yang disini berupa anak sungai dengan genangan yang banyak dan dengan arus yang tenang.

Dan tadinya danau ini juga berupa dermaga yang terhubung ke sungai utama yaitu sungai katingan dan bisa terhubung ke hutan lindung yaitu Taman Nasional Hutan Lindung Seruyan Sebangau. Danau ini berjarak lebih kurang 12 km dari pusat kota PalangkaRaya dan lebih kurang bisa ditempuh selama 15 menit.

Dan beberapa tahun yang lalu danau ini sempat sebagai tuan rumah untuk olahraga tingkat nasional dan internasional yang bertuan rumah di kota PalangkaRaya. Dan bekas-bekas tempat ini tuan rumah olah raga tersebut masih bisa dilihat dari puing-puing yang masih bisa kita jumpai disana. Dan tempat ini sangat cocok untuk menikmati sunset yang dasyat.

Selengkapnya...

Pantai Senggigi , Lombok

Perfect Sunset @ Pantai Senggigi , Lombok

14 09 2008
Obyek wisata yang sangat terkenal adalah pantai Senggigi. Pantai ini terletak tidak begitu jauh dari kota Mataram ataupun dari bandara yang di Ampenan, hanya 1/2 jam perjalanan. Apa bukti obyek wisata ini sangat terkenal?…di sepanjang pantai senggigi ini telah berdiri banyak hotel berbintang 5 dan bintang 4 baik itu yang berada di pesisir pantai ataupun berada di bukitnya.
Senggigi di kala siang

Senggigi di kala siang

O iya, pantai Senggigi ini berada dibagian barat pulau lombok. Pantai ini menghadap selat Lombok yang berbatasan dengan Pulau Bali. Pantai Senggigi pasirnya memang tidak putih seperti pantai-pantai terkenal kebanyakan, pantainya berpasir cokelat tetapi bersih dan berkontur landai sehingga sangat cocok untuk bermain-bermain di pinggir pantainya.

Senggi dari bukit

Senggi dari bukit

Pantai Senggi sangat eksotis karena ditambah dengan pohon -pohon kelapa yang sangat banyak sehingga panorama sangat bagus sekali apalagi menikmati pantai ini di kala sunset. Senggigi sangat terkenal sebagai tempatang sangat cocok untuk menikmati sunset. Dan salah satu tempat yang cocok untuk menikmati sunset adalah di pantai yang berupa tanjung di dekat pantainya Senggigi Beach hotel, dimana di area tersebut disediakan berupa sea wall berupa tangga-tangga sehingga bisa sambil duduk-duduk menikmati kala matahari tenggelam. Dan ditambah nilai plus dengan melihat atraksi pemancing-pemancing penduduk lokal yang sangat banyak seperti di salah satu wallpaper saya berikut ini :

Dan beginilah view ketika sunset tiba…..

Senggigi di kala sunset

Senggigi di kala sunset


Selengkapnya...

Wisata di Provinsi Kalimantan Selatan

Objek-objek Wisata di Provinsi Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan adalah salah satu dari 33 provinsi di Indonesia dengan Banjarmasin sebagai Ibu Kota Provinsi. Banjarmasin dilalui banyak sungai kecil dan besar, sehingga dijuluki sebagai kota seribu sungai (thousand rivers city). Salah satu kegiatan paling menarik apabila mengunjungi kota ini adalah berjalan-jalan berkeliling kota melalui sungai-sungainya dengan menggunakan perahu motor tempel atau kelotok.

Apabila kita menyusuri sungai-sungai di kota Banjarmasin, maka kita akan menjumpai banyak kegiatan masyarakat yang berlangsung di sungai. Ada dermaga perahu dengan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum), ada warung-warung / toko /dan pasar yang menggunakan sungai sebagai sarana transportasinya. Barang dagangan didatangkan melalui sungai dan pembelinya pun ada yang datang dengan perahu untuk bertransaksi dengan penjual. Dan juga ada rumah yang dibangun dan mengapung di atas sungai yang disebut rumah lanting.

Sungai Martapura dengan pemandangan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin yang sangat indah dan menyusuri sungai Kuin dengan kehidupan masyarakat Banjar sehari-hari, juga dapat melewati Mesjid dan Komplek Makam Sultan Banjar (Sultan Suriansyah) dan kampung tradisional Banjar.

Hampir di setiap sudut perumahan kota terdapat mesjid atau mushola, sehingga kota Banjarmasin juga dijuluki kota dengan seribu mesjid. Julukan ini semakin menguatkan kenyataan bahwa masyarakatnya yang memang agamis.

Kemudian bila kita meneruskan perjalanan ke arah sungai besar, yakni sungai Barito, maka kita akan menemui kegiatan pasar terapung tradisional dan juga warung / toko terapung di atas lanting. Selain itu di tepi sungai Barito juga banyak ditemui industri plywood dan sawmill milik penduduk yang dalam bahasa daerah disebut wantilan, dan juga industri pembuatan perahu, jukung dan speedboad.

KOTA BANJARMASIN

1.Makam Pangeran Antasari (Wisata Ziarah)

Pangeran Antasari (1802-1862) adalah Pahlawan Nasional yang merupakan putera asli Banjar. Beliau adalah anak dari Pangeran Masohut (Mas'ud) bin Pangeran Amir bin Sultan Muhammad Aminullah dan ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Beliau adalah pejuang yang gigih melawan Belanda di pedalaman Kalimantan.

Makam beliau terletak di komplek pemakaman keluarga di Jalan Sei Jingah, Banjarmasin. (Lihat Peta – Geser navigasi ke Kanan).

2.Pasar Terapung di Muara Kuin (Wisata Air).

Pasar Terapung (Floating Market) adalah aktifitas jual beli masyarakat di atas sungai dimana mereka menjual barang dagangannya di atas perahu menunggu pembeli yang datang dengan menggunakan perahu juga. Jadi transaksi antara penjual dengan pembelinya berlangsung di atas perahu masing-masing.

Kegiatan di pasar ini mulai berlangsung pada pukul 05.00 Wita. Suasana semarak dan menarik karena dalam keremangan cahaya matahari pagi yang mulai muncul, masyarakat menggunakan lampu tembok / petromak untuk penerangan. Dan pasar mulai lengang setelah jam 10.00 Wita.

Di pasar ini pengunjung dapat merasakan langsung bertransaksi atau menikmati makanan khas Banjar (kue-kue atau makanan lainnya) sambil digoyang oleh ombak air sungai, dan juga senggolan perahu-perahu yang lewat dalam keramaia pasar tersebut. Apabila pembeli ingin membeli sesuatu bisa memanggil perahu si penjual yang kemudian mendekatkan perahunya ke arah si pembeli. Proses mengambil barang dagangan yang dibeli seperti kue-kue sangat unik yakni dengan cara ditusuk menggunakan alat khusus yang terbuat dari sebatang kayu kecil dengan paku diujungnya untuk menusuk kue tersebut.

Lokasi Pasar Terapung di Muara Kuin atau muara sungai Barito kurang lebih 30 menit perjalanan dari Kota Banjarmasin. (Lihat Peta – Posisi Kiri Atas).

3.Mesjid Raya Sabilal Muhtadin (Wisata Religi)

Mesjid Raya Sabilal Muhtadin adalah salah satu landmark kota Banjarmasin yang berada di jantung kota. Mesjid ini menempati areal seluas 10.36 hektar dengan menghadap sungai Martapura yang ramai dengan lalu lintas airnya.

Bangunan berarsitektur modern yang dikelilingi oleh 5 (lima) menara dan berlantai dua menjulang tinggi serta taman yang luas dan indah dan dapat menampung kurang lebih 15.000 jemaah. Lokasi mesjid ini dahulunya adalah bekas benteng Belanda yang bernama benteng Tatas, dibangun tahun 1756. Benteng itu dihancurkan dan selanjutnya pada tahun 1964 peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Sabilal Muhtadin pun dimulai dan selesai pada tahun 1980. (Lihat Peta – geser navigasi bawah dan kanan di tengah).

4.Masjid Sultan Suriansyah dan Makam Sultan Suriansyah (Wisata Ziarah)

Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tua dibangun pada masa Kerajaan Banjar Islam dan berdekatan dengan keraton Kerajaan Banjar, terletak di tepi sungai Kuin. Saat ini lingkungan kawasan ini menjadi kawasan wisata tradisional dan juga terdapat komplek makam raja, dan di sini juga terdapat makam Sultan Rahmatullah. (Lihat Peta – geser navigasi bawah dan kanan di tengah)

5.Rumah / Warung Terapung atau Lanting (Wisata Air)

Rumah kayu yang dibuat di atas balok batang kayu besar menjadi rumah / warung di atas rakit yang terapung di atas air. Banyak terdapat di sungai Barito dan sungai Martapura.

KABUPATEN BARITO KUALA

6.Pulau Kaget (Wisata Flora dan Fauna)


Pulau Kaget adalah sebuah pulau delta yang terletak di Kabupaten Barito Kuala dengan luas 85 ha ini terletak di muara sungai Barito, + 15 km dari kota Banjarmasin. Pulau ini merupakan cagar alam yang penghuninya adalah sejenis kera berhidung panjang dan berperut buncit yang disebut Bekantan. Satwa yang dijadikan maskot Kalimantan Selatan ini hidup liar dan sangat pemalu, mudah dilihat pada waktu pagi atau sore. Perjalanan ke pulau Kaget dengan menggunakan klotok atau perahu bermotor, dari pusat kota Banjarmasin menuju pulau tersebut kira-kira ditempuh selama 2 jam dari pasar Terapung. (Lihat Peta – geser navigasi kanan ke tengah).

7. Pulau Kembang (Wisata Flora & Fauna)


Suatu taman wisata seluas 60 hektare yang telah banyak dikunjungi para wisatawan terutama dari kota Banjarmasin. Hutan ini terletak di pulau Kembang di muara sungai Barito, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Pulau ini dihuni oleh sejenis kera (monyet). Dengan menggunakan perahu bermotor / kelotok pulau ini dapat dicapai kira-kira 10 menit dari pasar terapung di Muara Kuin atau berjarak + 1,5 km dari Kota Banjarmasin. Biasanya bagi orang yang keturunan Cina suka bernazar ke pulau ini. (Lihat Peta – geser navigasi kanan ke bawah).

8.Jembatan Barito

Jembatan Barito dengan panjang + 1 km dengan desain seperti jembatan Golden Gade di San Fransisco, USA. Kawasan wisata ini telah dikembangkan dengan panorama alam dan keindahan dimana di bawahnya terdapat pulau Bakut dengan flora dan faunanya. Sambil menikmati indahnya pemandangan alam sungai Barito, wisatawan bisa melakukan kegiatan memancing di atas perahu di bawah jembatan tersebut.

Lokasi jembatan sekitar 45 menit waktu tempuh atau kira-kira 25 km dari kota Banjarmasin.

KOTA BANJARBARU

9.Pendulangan Intan Tradisional di desa Cempaka (Wisata Geologi)

Kawasan pendulangan intan tradisional yang diusahakan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian turun-temurun selaku pendulang intan terdapat di Desa Pumpung, Kecamatan Martapura dengan jarak tempuh dari Kota Banjarmasin + 40 km.

Pendulang atau pencari intan biasanya berkelompok dan menggali lobang yang dalamnya sekitar sepuluh hingga dua belas meter, dengan menggunakan peralatan secara tradisional dan selalu bekerja keras untuk mengadu peruntungan / nasib.

Bahan galian biasanya dicuci dengan langgengan yang terbuat dari bahan kayun untuk mencari butiran intan dan kadang-kadang menemukan batu akik maupun pasir emas. Di kawasan ini pernah ditemukan intan yang cukup besar dan menggemparkan, yang oleh masyarakat intan tersebut diberi nama intan Trisakti dan Galuh Cempaka.

10. Museum Lambung Mangkurat (Wisata Budaya)

Di museum ini menyimpan berbagai jenis barang peninggalan sejarah dan budaya serta profile dari wajah Kalimantan Selatan dalam berbagai aspek kehidupan dan potensi alamnya. Koleksi museum ini terdiri dari peninggalan kesultanan Banjar, Situs Candi Agung, Candi Laras, perkakas dari batu, ukiran kayu ulin, perkakas pertanian dan Perabot rumah tangga serta alat musik tradisional dan lain-lain.

Museum ini diresmikan dan mulai difungsikan pada tanggal 10 Januari 1978 dan terletak di tengah kota Banjarbaru.

KABUPATEN BANJAR

11.Lembah Kahung (Wisata Tracking).

Objek wisata ini berada di Kecamatan Aranio, dengan jarak tempuh + 40 km dari kota Banjarmasin. (Lihat Peta – geser navigasi kanan ke tengah).

Dari Balangian menuju lokasi air terjun Kahung akan menemui tiga shelter atau persinggahan. Dan di shelter pertama wisatawan akan menikmati perjalanan di alam terbuka yang berbukit-bukit dengan tetumbuhan perdu dan ilalang di kanan kiri jalan. Selain itu juga akan menikmati mandi sepuasnya di pinggiran sungai yang bening atau menikmati matahari tenggelam dengan santai, serta melewati tanjakan jalan setapak, anak sungai kecil, aneka flora dan fauna sebelum sampai di air terjun yang sangat dingin.

12.Pasar Terapung Lok Baintan (Wisata Air).

Pasar terapung yang satu ini terletak di desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dimana para pedagangnya kebanyakan berasal dari Desa Pemakuan Sei Tapang, Lok Baintan dan dari Sei Tabuk sendiri. Kegiatan pasar dimulai selepas subuh hingga pukul 10.00 Wita. Situasi di sini lebih ramai dengan pedagang hasil alam, seperti sayur-mayur yang hijau sehingga menambah segar jiwa para pengunjung yang melihatnya.

13.Makam Datu Kalampayan (Wisata Ziarah)

Makam ulama agung dunia, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan, merupakan destinasi wisata religius yang banyak dikunjungi orang. Bagi wisatawan yang ingin turut merasakan manisnya sentuhan wisata religi di relung hati, bisa dengan mengikuti pengajian bersama yang diikuti ribuan orang yang berlangsung di banyak tempat di Martapura seperti di Sekumpul, Keraton, Tunggul Irang dan lain-lain.

Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari terletak di desa Kalampayan Ulu, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar dengan jarak tempuh sekita 60 km dari kota Banjarmasin, sedangkan dari kota Martapura – ibu kota Kabupaten Banjar – hanya kurang lebih 22 menit waktu perjalanan. Kitab / buku karangan beliau yang terkenal adalah Sabilal Muhtadin – sebuah kitab ilmu agama Islam – yang kemudian diabadikan sebagai nama masjid terbesar di Kalimantan Selatan (Lihat objek wisata no.3 di atas).

14.Komplek Pertokoan dan Penggosokan Intan (Wisata belanja).

Di Martapura wisatawan akan dimanjakan dengan ragam hias permata yang ditawarkan semua pertokoan permata yang berada di Komplek Pertokoan Pasar Bakti, Martapura Plaza dan Pertokoan Permata Cahaya Bumi Selamat dengan harga bervariasi dan bisa ditawar.

Anda pun bisa memesan permata dengan ukuran dan desain yang disukai di semua toko permata. Selain permata terdapat juga souvenir lainnya khas Kalimantan Selatan yang dijual di sana, seperti hasil kerajinan, senjata mandau khas Kalimantan, kain sasirangan dan lain-lain.

Anda juga bisa menyaksikan langsung proses penggosokan batu intan menjadi permata di unit penggosokan intan, baik moderen maupun tradisional mulai dari rumahan sampai yang besar seperti penggosokan intan milik Bank Indonesia di Jalan Jenderal A. Yani Martapura. Kota Martapura berjarak kurang lebih 40 km dari Banjarmasin.

KABUPATEN TAPIN

15.Goa Batu Hapu (Wisata tracking)

Tempat objek wisata petualangan goa, melihat indahnya stalatit dan stalagnit dengan jenis panorama alam yang sangat indah untuk dikunjungi wisatawan. Objek wisata ini terletak di Kecamatan Binuang, dapat ditempuh dengan jarak sekitar 95 km dari Banjarmasin. (Lihat Peta – geser navigasi kanan sedikit ke tengah dan navigasi bawah ke kanan).

KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

16. Loksado (Wisata tracking, rafting, alam / flora & fauna dan wisata budaya).

Loksado terletak di kaki pegunungan Meratus yang berudara sejuk di hulu sungai Amandit yang beraliran deras (riam) dengan air terjun Haratai dan lingkungan alam yang asli. Letaknya sekitar 38 km di sebelah Timur kota Kandangan, ibukota Kabupaten, untuk menuju Kecamatan Loksado dapat ditempuh dari kota Banjarmasin sekitar 171 km. Wilayah ini merupakan wilayah yang menjadi tempat tinggal masyarakat asli Bukit Pegunungan Meratus yang masih menganut kepercayaan animisme (Hindu Kaharingan). Mereka tinggal berkelompok di rumah panjang, rumah tradisional dengan dihuni banyak keluarga.

Wisata alam Loksado adalah perjalanan wisata menelusuri suasana alam pegunungan Meratus dengan keindahan hutan tropis yang terdiri dari beraneka ragam flora dan fauna di dalamnya. Derasnya aliran sungai Amandit yang jernih dan segar, air terjun Haratai yang indah, air panas alam dan danau Bangkau menambah lengkapnya keindahan alam Loksado.

Menyusuri sungai Amandit yang deras dengan menggunakan rakit bambu (Bamboo Rafting) menambah gairah semangat berpetualang di Loksado. Selain ari terjun Haratai terdapat juga air terjun Riam Anai dengan ketinggian yang lebih rendah dari air terjun Haratai dan terletak di desa Lok Lahung, sekitar 300 meter dari Balai Malaris.

Di hutan pegunungannya yang lebat terdapat fauna Burung Enggang (Rhinoceros Hornbill) yang dijadikan simbol kesakralan bagi masyarakat Dayak Meratus yang menganut kepercayaan Animisme Hindu Kaharingan.

Selain itu Loksado juga memiliki kehidupan budaya yang khas yakni adanya 37 Balai Adat. Masyarakat Dayak Bukit di pegunungan Meratus ini mengembangkan kebudayaan Huma dan religi Huma, dimana keyakinan tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk upacara adat, antara lain Bamula, Basambung Umang dan Bawanang Banih Halim atau Aruh Ganal.

Gunung Rurukuan merupakan salah satu gunung di gugusan pegunungan Meratus yang berada di wilayah adat Kadamangan Loksado. Puncak Rurukuan merupakan puncak tertinggi diantara rangkain punggung gunung yang dapat ditempuh denga berjalan kaki sejauh 3 jam perjalanan dari Balai Malaris.

Selain fauna Burung Enggang, di hutan Loksado terdapat juga Anggrek Meratus (Meratus Orchid) dan Tanaman Kantung Semar (Exotic Pitcher Plant).

(Lihat Peta)

KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

17.Sungai Pagat Batu Benawa



Objek wisata alam dengan air jernih dan jeram dengan air yang deras serta puncak Sari Gading yang dapat dicapai melalui goa dengan menaiki tebing-tebing terjal setinggi + 100 meter. Tempat ini merupakan objek wisata alam dengan panorama alam pegunungan yang terletak di daerah pegunungan dan sumber air panas di daerah Hantakan, Kecamatan Batu Benawa, kira-kira 6 km dari kota Barabai, Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dari kota Banjarmasin kira-kira 160 km. (Lihat Peta)

KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

18.Lomba Kerbau Rawa

Objek wisata margasatwa berupa kerbau yang diternakan oleh masyarakat sehari-hari, mencari makan di rawa-rawa dan pandai berenang. Pada petang hari kerbau ini kembali ke kandangnya yakni kandang yang terbuat dari kayu yang disusun di atas rawa-rawa. Populasi kerbau tersebut antara 5.000 s.d. 10.000 ekor.

Untuk mencapai objek wisata ini ditempuh jarak + 185 km dari kota Banjarmasin dengan transportasi kendaraan roda empat atau kelotok. Di sini kita dapat menyaksikan atraksi unik dan menarik yaitu lomba kerbau rawa yang dapat berenang sampai 1 km. Acara tersebut digelar pada bulan Agustus setiap tahunnya.

19.Situs Candi Agung

Objek wisata ini berada sekitar 160 km dari kota Banjarmasin. Candi Agung adalah situs peninggalan purbakala dari kerajaan Kahuripan yang didirikan sekitar abad 13 M terletak di kota Amuntai.

Candi ini cukup banyak dikunjungi wisatawan dan para peziarah yang umumnya datang dengan maksud bervariasi, disamping wisata budaya, sejarah juga wisata religius untuk menunaikan nazar, misalnya.

KABUPATEN TANAH LAUT

20.Pantai Batakan

Pantai Batakan terletak di sebelah Selatan wilayah di Kabupaten Tanah Laut Kecamatan Batakan sekitar 110 km dari Kota Banjarmasin. Panorama pantai dengan udara yang sejuk dan segar dengan ditumbuhi pohon pinus, tersedia tempat rekreasi pemancingan. Di kawasan ini juga terdapat gunung Timah sebagai wisata sejarah daerah bekas pertahanan penjajah Jepang. Di seberangnya terdapat pulau Datu karena di sana terdapat makam Datu Pulut yang dapat dijadikan sebagai wisata ziarah.

21.Pantai Takisung

Pantai Takisung merupakan objek wisata dengan panorama alam yang indah dan mempunyai daya tarik tersendiri, pasir putih, perahu-perahu nelayan dan pemandangan alam Batu Berjanggut yang sangat menarik, apalagi sambil minum air kelapa muda sambil memandang hempasan ombak laut di tepi pantai.

Pantai Takisung terletak sebelah Barat dari wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kecamatan Takisung kira-kira 22 km dari Pelaihari, Ibu Kota Kabupaten Tanah Laut atau + 150 km dari Kota Banjarmasin.

KABUPATEN TANAH BUMBU

22.Goa Temu Luang

Lokasi objek wisata ini adalah di Kecamatan Batu Licin, di dalam goa terdapat sungai dan dari Kota Banjarmasin sekitar 290 km. Goa ini terkenal sebagai penghasil sarang burung walet.

23.Pantai Pagatan

Berjarak 124 km dari Kota Banjarmasin dengan pantai yang sangat landai dengan panorama yang indah, daerah ini merupakan daerah nelayan di Desa Pagatan. Di setiap bulan April saat bulan purnama diadakan upacara yang disebut Mappanretasi (Pesta Pantai) dimana para nelayan merayakan upacara ucapan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen ikan yang didapat. Prosesi upacara ini sangat unik dimana menampilkan penari dan pemusik tradisional. Setelah gadis-gadis membawa makanan persembahan berupa pisang, telur dan udang hitam dan diberi mantra-mantra, kemudian sesajian diberikan kepada orang-orang yang mengikuti upacara dan ada juga yang dilarung (dilarutkan) ke laut.

KABUPATEN KOTABARU

24.Pantai Gedambaan

Pantai Gedambaan terketak di Kabupaten Kotabaru dengan jarak + 290 dari kota Banjarmasin. Kotabaru adalah salah satu daerah terbesar, dimana sebagian daerahnya berada pada pulau yang bernama Pulau Laut, di Provinsi Kalimantan Selatan yang mempunyai pantai yang sangat indah dengan pasir putihnya.

25.Taman Bahari Teluk Tamiang

Teluk Tamiang yang berada jauh di sebelah Barat Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru dengan lautnya yang jernih, hijau dan biru oleh pancaran cahaya sinar matahari. Dari permukaan air tampak tembus pemandangan menakjubkan aneka ragam terumbu karang. Terumbu karang di Teluk Tamiang menghampar sekitar 1 km persegi dengan kedalaman bervariasi. Kabupaten Kotabaru memiliki banyak terumbu karang, namun yang paling bagus adalah yang terdapat di Teluk Tamiang.

Selengkapnya...