Kinerja Industri Pulp and Paper Diprediksi Akan Hancur
Selanjutnya...
dangdut songs and tourism
Skin Design:
Free Blogger Skins
Di bawah ini adalah definisi dari kata manajemen :
1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu.
Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda.
Dalam dunia usaha terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh secara langsung, yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal stakeholder (pihak dalam) :
A. Pihak Internal Dunia Usaha
Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :
Teori Z dicetuskan / diciptakan oleh William Ouchi. Teori ini sudah banyak diimplementasikan / dijalankan pada banyak perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang. Teori Z adalah lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman, betah, senang dan merasa menjadi bagian penting dalam perusahaan. Dengan demikian maka karyawan akan bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaannya.
A. Sentralisasi
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.
Berdasarkan sikap dan perilaku para manajer internasional dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Ethnocentric Manager / Manajer Etnosentris
Ethnocentric Manager adalah manajer yang memiliki anggapan atau persepsi bahwa budaya dan perilaku kerja di negara tempat asalnya jauh lebih baik daripada tempat lain. Contohnya adalah di mana para manajer asing lebih suka memberikan kesempatan jenjang karir pada pekerja asing saja sehingga menimbulkan diskriminasi.
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
Konsep just in time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi, sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang / penyimpanan barang / stocking cost.
A. Arti Istilah Organisasi
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Dalam mengembangkan kemampuan, kecekatan dan keahlian para pegawai, pekerja atau karyawan baru diperlukan pemberian pendidikan dan pelatihan / diklat yang disuaikan dengan bidang kerjanya. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa cara atau metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan pegawai baru :
3 Teori Latar Belakang / Melatar Belakangi Kompensasi Pekerja :
1. Teori Kompensasi Ekonomi Pasar
Teori ekonomi pasar adalah penciptaan suatu harga upah atau bayaran yang didasarkan atas kekuatan tawar-menawar negosiasi / negoisasi antara para pekerja, pegawai, karyawan, buruh, dsb dengan pihak manajemen perusahaan.
A. Manajer Fungsional / Functional Manager
Manajer fungsional adalah manajer yang memiliki tanggung jawab pada satu bagian fungsional perusahaan atau organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada bagian lain. Contohnya adalah seperti manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer akuntansi, manajer operasional, manajer hrd, dan banyak lagi contoh lainnya.
Definisi, Pengertian, Tugas & Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia / SDM - Ilmu Ekonomi Manajemen - Manajer MSDM
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
Tiga Tantangan Manajemen SDM di Asia
Rabu, 27 Agustus 2008 - 10:33 WIB
Asia sebagai kawasan dengan penduduk terpadat di dunia saat ini tengah mengalami keterbatasan dalam pasar tenaga kerja, khususnya ketersediaan tenaga profesional ahli dan talenta. Terbatasnya talenta tenaga kerja yang ahli mengakibatkan krisis kepempinan di banyak organisasi yang menghambat pertumbuhan.
Demikian salah satu butir hasil kajian Hewitt Associates yang dilakukan atas 80 perusahaan terkemuka dan praktisi senior manajemen SDM di Cina, India dan Singapura yang diumukan di Singapura, Agustus 2008.
Problem keterbatasan tenaga kerja terampil atau disebut paradoks kapasitas merupakan satu dari tiga tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Asia dewasa ini. Kajian Hewitt mengidentifikasi, dua tantangan lainnya adalah pergeseran norma dan budaya, dan perubahan kontrak ketenagakerjaan.
"Saat ini kawasan Asia sedang mengalami masalah serius," ujar Global Leader untuk Konsultansi Ketenagakerjaan dan Oganisasi pada Hewitt Associates Andrew Bell. "Selain terbatasnya talent, pada saat yang sama perusahaan-perusahaan dihadapkan pada pergeseran norma dan budaya yang mempengaruhi tata nilai tenaga kerja."
Ditunjukkan, perubahan tersebut terlihat dengan semakin individualistisnya tenaga kerja Asia. "Pada masa lalu, pegawai bekerja seumur hidup di sebuah perusahan. Tapi, saat ini tenaga kerja semakin sering berpindah kerja dan mencari kesempatan kerja yang lebih baik," Bell memberi contoh.
Perubahan Kontrak
Lebih jauh Andrew Bell memaparkan, dewasa ini terjadi penekanan yang lebih tinggi terhadap kinerja dan orientasi terhadap pelanggan. Akibatnya, mau tidak mau, perusahaan harus memberikan karyawan kebebasan, motivasi, keberdayaan dan tantangan yang lebih tinggi dalam pekerjaan.
"Itu wajib dilakukan jika perusahaan-perusahaan ingin menarik, memotivasi dan mempertahankan tenaga-tenaga kerja terbaiknya," tambah dia.
Global Head untuk Konsultansi Kepemimpinan pada Hewitt Associates Indraneel Roy mengatakan, pertumbuhan ekonomi internasional merupakan daya pemicu bisnis di kawasan Asia. "Kawasan ini telah mendapat aliran dana investasi (dari Barat) selama 10-12 tahun terakhir. Saat ini, perusahaan-perusahaan Asia lebih agresif dan berani."
"Perusahaan-perusahaan di Asia berusaha untuk tumbuh dengan cepat dan besar. Dengan ambisi seperti ini, perusahaan harus memiliki agenda manajemen SDM yang agresif dan mencakup seluruh program tenaga kerja, serta meningkatkan profesionalisme fungsi departemen SDM mereka," tandas Roy.
Kajian Hewitt Associates ini merupakan penugasan dari Departemen Tenaga Kerja Singapura. Menurut siaran pers yang diterima redaksi PortalHR.com, keseluruhan hasil kajian akan dipaparkan dan dijadikan bahan diskusi pada perhelatan perdana “Singapore Human Capital Summit (SHCS)” yang bertema “Strategi Sumber Daya Manusia untuk Asia”, dijadwalkan digelar di Singapura, 22 - 24 Oktober 2008 mendatang.
Diharapkan, SHCS akan menjadi pertemuan tingkat tinggi sumber daya manusia pertama di Asia, yang akan mempertemukan pimpinan industri dan pemikir terkemuka global maupun regional, serta pemimpin pemerintahan di Asia untuk saling bertukar pandangan mengenai ide-ide dan praktik-praktik manajemen SDM.
portalhr.com
BeritaHR Sebelumnya
Jumat, 31/10/2008 11:31 WIB
oleh : Goenawan Loekito
Marketing Director PT Oracle Indonesia
Dalam dunia yang 'katanya' sedang dilanda krisis, menjadi SDM (sumber daya manusia) yang andal merupakan hal yang terpenting di antara hal-hal penting lainnya. Artinya, menjadi SDM yang knowledgeable, mumpuni dan sangat matang dalam emosinya sehingga bisa mengerti serta menyelami keadaan dewasa ini secara tenang dan berhasil lolos dari kerugian dan bisa mengatasi suasana ini dengan baik.
Sebut saja, dengan suatu contoh kasus yang sangat sederhana: Ditargetkan kerjalanan ke bandara Soekarno-Hatta ditempuh dalam 20 menit dari Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya Jembatan Layang Semanggi, Jakarta Pusat.
Apa yang kita lakukan apabila kita mempunyai target semacam itu ? Yang pasti, kita seyogianya mempunyai tool berupa kendaraan yang cepat mejelit dan nyaman serta aman dikendarai, sebut saja kendaraan sekelas Mercy, BMW, ataupun Jaquar, dan kendaraan-kendaraan yang masuk dalam kelas tersebut. Artinya, kita harus mempunyai tool atau teknologi canggih yang bisa mencapai target itu dengan baik dan cukup nyaman.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah 'jalan mana yang akan kita tempuh?' Atau proses seperti apakah yang akan kita jalani, tentunya dengan SOP (standard operating procedure) terbaik yang mana yang akan kita pilih.
Mestinya kita memilih jalan yang mulus, bebas hambatan dan bisa dilalui dengan kecepatan tinggi, sehingga jarak tempuh menjadi hal yang biasa, artinya bisa dicapai dengan baik, nyaman, dan aman pula.
Mempunyai kedua hal tersebut di atas tidaklah cukup. Sistem, tools, dan teknologi yang baik, yang memenuhi syarat dari sisi prosedural, value chain yang baik dan sudah memenuhi good governance ternyata belumlah cukup. Masih diperlukan hal lain dan ini telah diulas oleh berbagai ahli di berbagai buku, web, media bahkan sampai sekolah-sekolah bisnis canggih dewasa ini, yakni: 3 P (Product - Process - People)
Kali ini, pemerhati ingin mengajak para pembaca yang budiman menyoroti betapa pentingnya people atau dalam bahasa sehari-hari adalah SDM. Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam menyelami proses, membuat produk yang baik dan yang lebih penting lagi adalah bisa mengatasi segala permasalahan dengan cool.
Artinya, SDM yang andal ini sudah dibekali dengan IQ yang baik, plus EQ yang lebih dari cukup bahkan mempunyai SQ yang sangat luar biasa.
Dalam hal SDM ini, kita serahkan kepada ahlinya antara lain 'pelatih-pelatih andal', motivator-motivator kelas wahid, dan perusahaan-perusahaan penggerak tenaga kerja yang mapan', antara lain seperti pada kupasan ini JobStreet.
Suatu perusahaan seperti JobStreet adalah perusahaan yang berurusan dengan sumber daya manusia, mulai dari masa perekrutan sampai dengan masa pensiun, artinya perusahaan ini menangani pemilihan SDM, pelatihan SDM, sampai dengan penempatan SDM sehingga didapatkan suatu sinergi yang sangat tepat yakni:
• the right man
• in the right place
• in the right time
• in the right packages
Apabila, kondisi tersebut di atas dicapai, itulah yang diidam-idamkan oleh berbagai pihak, baik oleh pihak perusahaan maupun oleh pihak karyawan itu sendiri.
Apakah kondisi ideal itu selalu dicapai ? Tentu jawabannya 'ya' dan 'tidak'. Namun, kalau boleh berkata sejujurnya, sedikit yang bisa mencapai kondisi terbaik tersebut di atas, dan hukum pareto tetap berjalan di sini, yakni 20 - 80.
Maka, masih diperlukan Jobstreet-Jobstreet yang banyak untuk bisa meningkatkan sukses rate agar tercapai kondisi ideal seperti yang diharapkan oleh semua pihak-pihak terkait.
Apakah merekrut SDM andal adalah mudah?Jawabannya tidak semudah yang dibayangkan, karena dalam kondisi dunia seperti hari ini, sangatlah diperlukan SDM-SDM terampil yang bisa mengatasi segala rintangan dan menyelesaikannya dengan 'kepala yang dingin' dan dengan 'hati yang besar'.
Apakah 'pembaca yang budiman' sudah masuk ke kelas ini? Sebagai pemerhati & praktisi bisnis, penulis sangat yakin, banyak dari pembaca yang budiman telah menyiapkan diri dan belajar dari kesalahan masa lalu dan semuanya itu telah lewat.
Apalagi sebagai bangsa Indonesia, kita telah belajar dari krisis ekonomi 10 tahun yang lalu yang menimpa kita dengan sangat hebatnya. Dan, Alhamdulillah - Puji Tuhan - kita telah selamat dan berhasil mengatasi krisis tersebut. Maka sekarang kita sudah merasa 'lebih kuat' untuk mengatasi kondisi dunia saat ini dan pasti kita akan menjadi 'pemenang' bahkan 'lebih dari pemenang'.
Semoga tulisan singkat ini, sangat mengilhami para pembaca yang budiman untuk senantiasa menjadi kuat dan luar biasa serta selalu siap menghadapi keadaan apa pun. Ingat, Tuhan senantiasa memberikan 'rancangan terbaik' bagi kita umat-Nya.
Tip menjadi SDM andal
Sun Microsystems Gandeng Kementerian Ristek Buka 'Costa'
Kamis, 20-11-2008